Langowan, Fajarmanado.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa, sampai saat ini masih terkesan dingin. Belum ada bakal calon yang secara nyata-nyata menyatakan kesediaan menjadi calon Bupati Minahasa. Meski sejumlah nama mulai digadang-gadang, namun terlihat baru petahana (incumbent) Jantje Wowiling Sajow yang aktif bersosialisasi untuk mencalonkan diri kembali.
Sementara, nama-nama lain, seperti Ivan Sarundajang, Robby Dondokambey, Hangky Arthur Gerungan, Careig Runtu, masih sebatas disebut-sebut sebagai kandidat calon bupati Minahasa. Belakang ini muncul nama Denny Tombeng. Meski dua kali gagal sebagai calon wakil bupati dalam pilkada sebelumnya, namun Denny Tombeng ternyata tidak patah arang.
Dihubungi via telepon, Senin (27/02), Denny Tombeng menyatakan akan tetap bersedia dicalonkan, bila mendapat dukungan dari masyarakat Minahasa.
“Di dunia politik, semua bisa terjadi. Meski pernah mengalami kegagalan, tapi kalau masyarakat mendukung, saya tetap bersedia menjadi calon bupati,” tuturnya.
Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa, Denny Tombeng merasa tidak terlalu sulit untuk mencari partai koalisi.
“Untuk Partai Demokrat, terbuka untuk bisa melakukan koalisi. Apakah dengan Partai Gerindra atau juga dengan partai-partai lain, semuanya terbuka,” jelas Tombeng.
Sementara itu, pengamat sosial politik dari Unsrat, Albert Kusen, yang dihubungi terpisah, mengungkapkan, untuk Pilkada Minahasa, calon petahana Jantje W. Sajow (JWS) memang masih cukup kuat.
“Seandainya JWS mengalami nasib seperti Yabes Gaghana, siapapun pasangan calon dari PDI-P kemungkinan akan mengalami nasib seperti incumbent di Sangihe,” ujarnya.
Masalah pasangan JWS, tambahnya, kalau tidak ada figur di kawasan Tountemboan sekelas Wabup Ivan Sarundajang, sebaiknya paslon ini tetap dipertahankan.
“Kalau Ivan juga hendak maju, coba ambil pasangan dengan Sekretaris Kabupaten Jeffry Korengkeng,” tuturnya.
(jeffry)