Amurang, Fajarmanado.com – Pembangunan dan penataan Kota Amurang kian gencar seiring tuntutan masyarakat. Selain itu, Amurang sebagai Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan harus dilakukan perbaikan. Termasuk, pembangunan taman dan trotoar dengan paving block. Sayangnya, proyek paving block melalui APBD 2016 dengan anggaran miliaran itu ‘kurang jelas’ siapa perusahaannya.Bahkan, Inspektor Daerah (Irda) Minsel pun enggan menanggapi proyek tersebut.
Ketua Minahasa Selatan Corruption Wacth (MSCW) Ir Yulius Minder Pesik, MSi mengatakan, setiap turun Amurang bersama teman-teman terasa malu melihat pembangunan Amurang. ‘’Misalnya, pembangunan paving block dan taman di jalan trans dua arah. Padahal, seingatnya proyek pembangunan trotoar dengan paving block dan taman dengan anggaran miliran rupiah. Tapi, sangat disayangkan kurang jelas alias KJ keberadaan proyek tersebut,’’ujar Pesik, Kamis (23/2/2017).
Dikatakan Pesik lagi, bahwa bisa dilihat lagi, pemasangan paving block di kompleks PN Amurang dan Hotel Sutanraja Amurang amburadul.Bahkan, hingga saat ini terlihat dengan jelas proyek paving block belum selesai dan dibiarkan begitu saja.
‘’Jadi, MSCW mendesak Polres Minsel mengungkap proyek paving block dan taman tersebut. Umumnya, bupati Christiany Eugenia Paruntu tak mengetahui dengan jelas apakah proyek tersebut selesai dengan baik.Namun, rata-rata proyek di Amurang dan Minsel amburadul atau bahkan KJ,’’tegasnya dengan nada keras.
Pesik mempertanyakan, siapa yang bertanggungjawab dengan proyek tersebut?MSCW meminta Polres Minsel mengungkap siapa kontraktor yang berhasil mengerjakan proyek miliaran itu.
‘’Dibalik semua itu, pasti ada permainan antara pemberi dan pelaksana proyek.Alasannya, kenapa justru pekerjaannya belum selesai.Lebih parah lagi, proyek paving block hanya dikerjakan sebelah kiri arah Amurang ke Tumpaan. Sedangkan pembuatan taman, juga terindikasi hanya asal-asalan dan tidak mengindahkan estetika penataan lingkungan,’’ ungkap pria yang selalu vocal dalam setiap pernyataan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Minsel, Jootje M Tuerah, ST MM belum berhasil dikonfirmas. Sama halnya dengan Kepala Bidang Cipta Karya, Olvie Rembet, STtidak berada dikantor.