Amurang, Fajarmanado.com – Direktur Utama RSUD Amurang dr Erwin Schouten mengakui, kalau penyediaan obat-obatan saat ini sedang berkurang. Itu karena pengadaan obat-obatan oleh pihak ketiga sementara berjalan.Tetapi, menepis kalau obat-obatan stoknya habis.
‘’Walau obat-obatan di RSUD Amurang telah berkurang.Tapi, jujur pihaknya masih memiliki stok dan tetap dipakai terus sambil menunggu pasokan baru yang sedang pengadaan obat,’’ujar Direktur Utama dr Erwin Schouten, Minggu (19/2/2017) melalui telepon selular.
Menurut Schouten, akhir bulan Februari 2017 ini memang stok obat-obatan lagi menipis. Tapi yang pasti, dalam dekat ini juga stok obat akan berlimpah. Apabila pengadaan obat-obatan sudah masuk.
‘’Olehnya, bila nantinya hasil pemeriksaan dokter dan memberi resep harus mengambil di Apotek, itu bukan keharusan. Hanya saja, karena obat-obatan di RSUD Amurang lagi kurang. Dan mungkin, obat yang harus diminum pasien sudah habis,’’katanya.
Ditambahkannya, memang harga obat di Apotek sangat mahal. Tapi, ketimbang kesehatan pasien tidak ada perubahan, maka usulnya dibeli di Apotek saja. Pasti, kesembuhan akan terjadi dengan baik.
Lanjut Schouten, khusus pasien yang memiliki BPJS, bila harus menebus obat luar akan diberikan uang ganti. Karena menurutnya, pasien BPJS untuk obat gratis karena sudahd itanggung pemerintah. Kecuali pasien umum tidak ada pengganti uang.
‘’Pasien BPJ6S setelah membeli obat di Apotek, wajib membawa kwitansinya. Agar supaya, pihaknya akan mengganti uang yang dipakainya. Jadi pada prinsipnya, pasien BPJS gratis termasuk dengan obat. Jadi, jangan khawatir kalau stok obat kurang. Sebab ada penggantinya, dan tak ada masalah,’’jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Minsel ini.
(andries)
FOTO: RSUD Amurang