Amurang, Fajarmanado.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hingga saat ini mengoleksi 4.894 judul buku dan 10.824 eksemplar. Hanya saja, letak OPD baru yang berada di komplek Kantor Bupati menyebabkan ribuan terkesan hanya dipajang, tanpa digunakan alias dibaca oleh warga maupun siswa dan mahasiswa.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Minsel, Joins E Langkun, SH MSi tak menampik hal fakta tersebut. ‘’Jjumlah buku di perpustakaan ini ada 4.894 dan 10.824 eksemplar, cukup untuk dibaca semua kalangan. Persoalan yang ada, kondisi serta daya tampung tak memadai lagi. Apalagi lokasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Minsel masih tetap berada di komplek Kantor Bupati (Minsel),” ujar Langkun.
Mantan Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Minsel ini akan menyampaikan kepada bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE terkait lokasi yang saat ini tidak memadai lagi. Apabila dalam rapat evaluasi bersama ibu bupati, maka dirinya akan menyampaikan hal diatas.
‘’Juga, soal program perpustakaan dan kearsipan digital. Bahwa, kalau program perpustakaan digital sudah berjalan. Maka warga ataupun siswa dan mahasiswa tak perlu meminjam buku yang ada. Kecuali itu, warga atau siswa dan mahasiswa hanya bisa melakukan kunjungan melalui website atau melalui google.com atau melalui handphone,’’katanya.
Dipandang perlu, bahwa lantaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Minsel berada di komplek Kantor Bupati Minsel telah dianggap tertinggal. Itu lantaran tidak pernah ada kunjungan siswa atau mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya.
‘’Seandainya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Minsel berada di pusat kota. So pasti, kunjungan siswa dan mahasiswa Minsel akan membludak. Ingat,jumlah dan judul buka dipastikan akan bertambah terus seiring dengan kemajuan Indonesia. Tapi, bila OPD ini tetap berada ditempat semula, pastilah tak ada yang berkunjung,’’sebutnya.
Dengan demikian, pihaknya akan menyampaikan hal diatas secara langsung kepada bupati Tetty Paruntu untuk bisa menyediakan kantor representative. Termasuk didalamnya ruangan untuk baca dan memiliki computer sebagai alat komunikasi dalam rangka perpustakaan digital.
Ditemui terpisah, sejumlah siswa SMA dan SMK di Amurang mengaku tak bisa ke Kantor Bupati Minsel untuk mendapatkan judul buku.
“Ya, lokasi kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Minsel terlalu jauh. Kalau pun OPD ini berada di pusat kota, mungkin kami lebih gampang dan mudah kami kunjungi. Tapi, bila OPD ini tetap berada di komplek Kantor Bupati Minsel, maka kami butuh tambahan biaya untuk berkunjung,’’ ungkap Elshaday Kountul, siswi SMKN 1 Amurang yang dibenarkan Mikha Kindangen, siswi SMAN 1 Amurang.
(andries)