Amurang, Fajarmanado.com – Masyarakat Kelurahan Buyungon dan Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang merasa tak bisa berbuat banyak, apabila kondisi jalan lingkar Buyungon-KM3 ambruk dan belum disikapi Pemkab Minsel.
Tanggul dan jalan tersebut dilaporkan ambruk dengan kondisi memiriskan dan tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat, kecuali sepeda motor dan pejalan kaki. Langkah penyelamatan dan perbaikan kembali harus segera dilakukan.
Wakil Ketua DPRD Minahasa Selatan, Franky Jirro F Lelengboto, ST mengungkapkan saat pekerjaan proyek dimulai bulan April tahun 2016, dia telah mengingatkan kepada PT Dinasty Grup, perusahan pemenang tender proyek senilai Rp 4,4 miliar dari DAK APBD 2016 ini untuk memperhatikan kwalitas.
‘’Bahwa untuk pembuatan Talud di sepanjang jalan lingkar harus menggunakan besi 16 sebagai penyangga beton agar kuat. Dan jangan pula hanya dasarnya saja,” katanya kepada Fajarmanado.com di Amurang, Sabtu (7/1/2017)
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, saran tersebut ternyata tidak digubris pihak kontraktor. Keberadaan pekerjaan jalan lingkar Buyungon-KM3 tetap berlangsung riskan, diduga tak sesuai bestek.
“Nah, akhirnya kan terbukti, masih dalam tahap pekerjaan sudah ada kendaraan dump truk yang jatuh terperosok masuk jurang,” katanya.
Pembangunan pun terus dilanjutkan. Memasuki awal Desember 2016, sebagian tanggul pun ambruk lagi.
Menurutnya, pekerjaan lanjutran pembuatan Talud tersebut tetap saja asal jadi. Tingginya hanya berkisar satu meter dari tanah dasar.
“Selain itu, tidak digunakannya besi 16 sebagai penyangga beton, makanya mengakibatkan ambruk. Peristiwa yang sama pun terjadi lagi awal Januari ini. Kerusakannya pun semakin parah. Bukan hanya tanggul yang ambrol tetapi pula jalan ikut terbelah,” ungkapnya.
Putra Buyungon yang juga pengusaha muda sukses ini menilai, sebagai pelaksana proyek, kontraktor PT Dinasty Grup harus bertanggungjawab. Peristiwa ini masih terjadi di masa pemeliharaan proyek.
Lelengboto mengungkapkan, pembangunan jalan dan tanggul penghubung Kelurahan Buyungon dengan Desa Kilometer Tiga ini adalah usulan warga setempat sejak pemerintahan Ramoy Markus Luntungan dan Ventje Tuelah (RML-VT).
Kerinduan masyarakat ini baru di masa kepemimpinan Bupati Christiany E Paruntu dan Wakil Bupati Franky D Wongkar berdasarkan aspirasi rakyat yang dibawa anggota DPRD Minsel daerah pemilihan IV (Amurang Timur, Amurang dan Amurang Barat).
Lelengboto mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Minsel untuk menyikapinya dengan mencari solusi segera, minimal untuk mencegah jangan sampai terjadi longsoran lanjutan dan bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda empat ke atas.
“Keberadaan jalan lingkar Buyungon-KM3 ini, bagi masyarakat Buyungon dan Kilometer Tiga sudah sangat membantu sekali, apalagi menjadi akses utama menuju Objek Wisata Batu Dinding. Untuk itu harus segera dicarikan solusi penyelamatan dan perbaikan kembali,” tandasnya.
(andries)