Manado, Fajarmanado.com – Hujan deras mengguyur kota Manado sejak pukul 19.45 Wita Kamis (15/12) malam. Tak lama berselang, sekitar 30 menit kemudian, sejumlah titik lokasi di kota Manado mulai di genangi air.
Pantauan Fajarmanado.com di seputaran kecamatan Sario kelurahan Tanjung batu, beberapa rumah warga yang berbatasan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang melintas di Sario mulai digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Beberapa warga tampak berhamburan keluar rumah dengan membawa beberapa barang yang mudah dibawa.
Arus kenderaan di jalan Sam Ratulangi kelurahan Tanjung batu hingga stadion Klabat Ranotana pun mulai tersendat. Kemacetan panjang sejak lampu merah Pikat hingga patung pahlawan Nasional DR Sam Ratulangi pun mulai terjadi.
Kepada Fajarmanado.com, salah seorang warga Tanjung batu, Joppy Politon kepada mengatakan rumahnya yang berdekatan dengan sungai Sario sudah digenangi air setinggi lutut orang dewasa.
“Rumah sudah digenangi air setinggi lutut. Udah nggak bisa tidur di rumah. Sekarang mau mengungsi dulu tidur di rumah anak di Malalayang,” ungkap Politon.
Pantauan Fajarmanado.com di jalan Ahmad Yani Sario, anak sungai DAS Tondano yang mengalir tepat disamping kantor Ajudan Jendral (Ajend) Kodam Wirabuana mulai meluap ke jalan. Dengan cepat, bak air bah, air setinggi lutut orang dewasa mulai menutupi jalan.
Arus kenderaan di jalan Ahamad Yani ini pun mulai tersendat hingga pertigaan jalan wolter Monginsidi depan SPBU Sario.
Beberapa kenderan sepeda motor dan mobil yang mencoba melintasi genangan air di depan Ajend Kodam Wirabuana terlihat terhenti ditengah banjir karena mesin yang mati secara tiba-tiba.