Amurang, Fajarmanado.com – Target para pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kini tidak hanya di wilayah pemukiman penduduk melainkan mulai menyasar dan masuk sampai di wilayah perkebunan penduduk.
Pieter Ulaan, warga Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang nyaris kehilangan sepeda motornya, sejam setelah memarkir sepeda motornya di samping gubuknya sekitar pukul 14.00 Wita pada Rabu (30/11).
Saat meninggalkan sepeda motor, kuncinya disimpan Pieter di dalam tasnya dan digantungkan pada sepeda motornya itu sendiri.
‘’Seperti biasanya, ketika memarkir sepeda motor, kunci hanya saya masukkan dalam tas dan digantung di (sepeda) motor,” ujarnya.
Namun ketika berjalan menuju bagian lain kebun, ada sesuatu perasaan aneh yang mengganjal. Ia pun berbalik menuju gubuk dan melihat ada dua orang yang tengah mondar mandir di sekitarnya.
Melihat gelagat ke dua pria tak dikenal itu, Pieter mengendap dan memperhatikan gerak gerik mereka. Pieter kemudian memberanikan diri menghardik karena salah seorang dari ke dua pria itu tengah mengotak atik isi tasnya yang hanya dibiarkan tergantung pada sepeda motornya itu.
Mendengar niat mereka diketahui, ke dua pria tersebut kaget dan langsung melarikan diri dengan membawa kunci sepeda motor yang sudah dalam genggaman.
“Waktu saya memarkir dan meninggalkan sepeda motor memang ada perasaan lain dan aneh yang mengganjal. Makanya, ketika sibuk bekerja tak jauh dari gubuk, saya berhenti dan mencoba berjalan menuju gubuk,” ungkapnya.
Sekitar pukul 15.00 WITA, atau setelah sejam tiba di kebun, Pieter mendapati kelagat mencurigakan ke dua orang tersebut.
“Untung saja saya muncul tepat waktu. Waktu saya tegur, mereka langsung melarikan diri,” katanya.
Ketika dicermati, ternyata kunci motor yang disimpannya dalam tas telah raib. “Jadi terpaksa saya pulang mendorong (sepeda) motor sampai di kampung (Desa Kilometer Tiga). Lelah juga, tapi tak mengapa karena motor tak sempat dibawa kabur,” ujarnya sebagaimana dikutip Vecky Dissa kepada Fajarmanado.com, Kamis (1/12).
Menurut Dissa, peristiwa ini harus diwaspadai sehingga perlu dilakukan pengamanan swakarsa di desa.
“Kejadian yang dialami Pieter Ulaan ini tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi kepada warga lain di kebun atau pun di pemukiman desa. Sekarang masih aman-aman, tetapi harus diwaspadai bersama,” ujar Ketua Komisi P/KB GMIM Galilea Kilometer Tiga ini.
Senada dikatakan Herman Sujud, warga Desa Kilometer Tiga lainnya. “Ini menjadi peringatan bahwa pemerintah dan masyarakat desa harus meningkatkan kewaspadaan apabila menggunakan sepeda motor ke kebuh,” katanya.
(andries)