Fajarmanado.com-Berlatar adanya aksi pengeboman Gereja Oikumen di Samarinda, serta wujud keprihatinan kepada para korban, maka Pemuda GMIM Sulawesi Utara akan menyalakan lilin dengan jumlah seribu, yang akan diikuti oleh semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali dari lintas agama.
Aksi menyalakan seribu lilin ini, adalah bentuk keprihatinan terhadap kejadian yang menimpa para korban pengeboman, dimana salah satu korban adalah Balita, Intan Marbun (2.5 Tahun) yang meninggal dunia, setelah mengerang kesakitan akibat luka bakar yang didera akibat ledakan bom di depan gereja.
Prihatin atas kejadian aksi teoris tersebut, maka Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM, Penatua Toar Pangkey mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan pihaknya atas kondisi yang menerpa bangsa Indonesia. “Semua tidak mau ada lagi terorisme di bangsa ini dan tidak mau melihat bangsa kita terpecah belah,” katanya, Kamis (17/11)
Aksi bertema ‘National Is Me’ ini, mau memberi pesan kepada semua anak bangsa bahwa Indonesia jangan mau diadu domba dan mari semua bersatu tekad untuk tegaknya NKRI.
Sementara itu, koordinator acara ‘National Is Me’ Penatua Feki Korto, meuturkan, kami sudah mengundang pemuda-pemuda dari lintas agama agar bersama-sama mendukung kegiatan ini.
“Acaranya yaitu deklarasi kebangsaan lintas agama, seribu lilin untuk Samarinda dan doa bersama lintas agama,” ucapnya.
Kegiatan Pemuda GMIM ini juga didukung oleh anggota DPD asal Sulut, Benny Ramdani, dimana dirinya juga sebagai Wakil Ketua Umum PP GP Ansor.
(aji)