Tondano, Fajarmanado.com – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa menilai jika pemerintah telah melakukan pemborosan uang rakyat dengan memberangkatkan tim kesenian ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/05/2017) kemarin.
“Alangkah lebih bijaksana jika dana miliaran yang dipakai untuk biaya keberangkatan tim kesenian Minahasa ke AS digunakan untuk membangun atau memperbaiki infrastruktur yang sudah rusak. Seperti jalan,” ujar Sekretaris DPD KNPI Minahasa, Pratasik Selasa (23/5) siang tadi.
Pratasik mengatakan,pemerintah seharusnya lebih bijakasana dalam merencanakan segala bentuk kegiatan yang didanai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena APBD adalah uang rakyat dan harus digunakan demi kepentingan orang banyak, bukan hanya untuk memenuhi keinginann pribadi para elit.
“Kami juga melihat kalau program pesona dan visit Minahasa masih belum berhasil dan belum waktunya dilakukan. Karena sarana penunjang belum maksimal,” jelasnya. “Contah sederhana adalah Benteng Moraya yang sudah menghabiskan puluhan miliar rupiah. Tapi belum juga selesai 100 persen,” tambah Pratasik.
Selain itu, Pratasik juga menilai jika wacana untuk memindahkan para penjual di kawasan Boulevard Tondano ke sekitaran Benteng Moraya hanya bualan, karena belum juga dilakukan sampai saat ini.
Belum lagi dengan masalah enceng gondok di Danau Tondano yang belum terselesaikan. Untuk itu, Pratasik menilai jika Danau Tondano yang adalah salah satu andalan pariwisata di Minahasa, belum layak ‘dijual’ untuk waktu sekarang.
“Sebagai generasi muda, kami minta supaya Pemkab Minahasa jangan terlalu banyak jalan-jalan dengan kedok studi banding, promosi ataupun hal-hal lain yang sejenis. Karena kegiatan promosi ini belum maksimal disebabkan sarana pendukungnya juga belum maksimal,” tegasnya.
Mengatasnamakan KNPI, Pratasik juga meminta supaya pemerintah lebih transparan dalam hal pengelolaan anggaran. “Harus diusahakan supaya kita di Minahasa menggunakan sistem E Butgeting seperti yang diterapkan DKI Jakarta. Agar masyarakat mengetahui APBD Minahsa digunakan untuk apa saja,” minta aktivis yang dikenal selalu lantang menyuarakan kepentingan masyarakat banyak tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo mengatakan kalau keberangkatan tim kesenian ke AS menelan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar.
(fis)