Tondano, Fajarmanado.com – Jika pada tahun 2016 lalu, dari 227 desa yang ada di Kabupaten Minahasa, hanya 6 desa yang mengelola uang diatas 1 miliar, maka tahun 2017 ini semua desa mendapat alokasi dana desa (Dandes) di atas Rp1 Miliar.
Alokasi dana membangun desa dari pemerintah pusat ini, terjadi peningkatan karena adanya ketambahan anggaran seperti dua tahun sebelumnya. Jika tahun 2016 Minahasa hanya memperoleh jatah Rp208 miliar, maka tahun 2017 ini meningkat menjadi Rp245 miliar.
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Djefry Sayouw SH kepada Fajarmanado.com di Tondano, Jumat (3/2) tadi.
“Angaran itu berasal dari Dana Desa (DD) sebesar Rp171,6 M, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp68,7 M, bagi hasil pajak Rp2,8 M, dan retribusi Rp2,5 M,” ungkapnya.
Sayow selanjutnya mengatakan, untuk tahun ini memang dana yang akan masuk ke desa terjadi peningkatan yang signifikan di banding tahun lalu. Kenaikannya mencapai 26,7 persen untuk DD, yang sebelumnya hanya Rp134 M, kini menjadi Rp171 M.
Menurut dia, jika diakumulasikan dengan pemasukan lain seperti ADD, bagi hasil pajak dan retribusi, maka total keseluruhan mencapai Rp245 M.
“Untuk tahun ini, desa yang menerima anggaran terendah adalah Desa Pinaesaan sebesar Rp1,033 M dan terbesar Rp1,199 M di Desa Senduk Kecamatan Tombariri,” ungkapnya.
“Informasi ini telah disampaikan kepada seluruh kepala desa di Minahasa sehingga sudah bisa mempersiapkan APBDes untuk tahun 2017,” sambung Sayouw.
Mengenai proses pencairan Dandes dan ADD tahun 2017 ini, kata dia, ditranfer langsung ke rekening masing-masing desa. “Itu dilakukan dua tahap sebagai mana prosedur pencairan yang diatur,” katanya.
Pencairan tahap pertama akan dilakukan April dan tahap kedua bulan Agustus. “Syarat pencairan tahap pertama tentu harus sudah memasukkan laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran tahap kedua tahun 2016 lalu,” pungkas Sayouw.
(fis)