Penyebab Utama Banjir di Tataaran Ternyata Soal Daerah Resapan

Penyebab Utama Banjir di Tataaran Ternyata Soal Daerah Resapan
Mercy Rampengan
Tondano, Fajarmanado.com – Salah satu penyebab utama banjir di Tataaran-Tondano Barat ternyata karena berkurangnya daerah resapan air.

Hal tersebut diungkap pakar lingkungan dari Universitas Negeri Manado Dr Mercy Rampengan. Menurutnya, berkurangnya daerah resapan air di Tataaran akibat pembangunan yang terus terjadi, seharusnya diimbangi dengan perluasan saluran air. “Kajian saya, daerah resapan di Tataaran tidak mampu lagi menampung air kiriman yang datang dari Pegunungan Tampusu. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini, pembangunan semakin menjadi. Akhirnya, air tidak ada tempat lagi untuk meresap karena lahan yang dulunya kosong, sekarang sudah berdiri bangunan,” ujar Rampengan Rabu (8/3) tadi.

Lanjut dikatakannya, jika melihat kondisi saluran air, sudah sejak dulu ukuranya seperti sekarang ini. malah ada yang sudah menyempit. Karena itu ia meminta agar pemerintah mengambil sikap tegas supaya melakukan langkah-langkah yang perlu supaya kedepan bencana banjir tidak akan terjadi lagi. “Jika dibandingkan, dulu saja walaupun daerah resapan air masih luas, ukuran saluran air di Tataaran sudah seperti itu. Sekarang, daerah resapan berkurang, ukuran saluran airnya tetap seperti itu. Malah terjadi pendangkalan, penyumbatan, dan yang terparah itu penyempitan akibat kesengajaan manusia. Jadi sikap tegas dari pemerintah sangat diperlukan,” tegas Rampengan.

Diketahui, sehari setelah terjadi bencana banjir bandang di Tataaran pada 19 Februari lalu, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) mengatakan kalau pemerintah akan melakukan normalisasi saluran air di Tataaran. Dimana jika ada penyempitan, akan dikerjakan dan dikembalikan sebagaimana mestinya. Atapun ukuranya ditambah baik kedalaman dan lebar. “Saluran air akan dikerjakan. Apalagi kalau ada bangunan yang berdiri diatas saluran air, akan dibongkar. Dan instansi terkait sudah saya perintahkan untuk melakukan kajian,” ujar JWS kala itu.

(fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *