May Day, Disnaker Manado Ajak Buruh Olahraga dan Periksa Kesehatan Gratis

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Plt Kadisnaker) kota Manado, Marrus Nainggolan, SH. Aj. Ak.

Manado, Fajarmanado.com – Memperingati hari Buruh Internasional atau lebih dikenal dengan May Day, pada Senin (01/05) besok, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kota Manado akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Plt Kadisnaker) kota Manado, Marrus Nainggolan, SH. Aj. Ak, kepada Fajarmanado.com pekan lalu membeberkan, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan peringatan hari Buruh Internasional pada Senin (01/05) pagi dengan para Buruh pekerja se kota Manado.

“Pada peringatan hari Buruh Internasional atau dikenal dengan May Day, pada Senin (01/05) nanti, Pemkot Manado akan mengadakan serangkaian kegiatan positif, diantaranya, Senam Zumba, Pemasangan alat KB, Donor darah dan ada pemeriksaan kesehatan, seperti Pap Smear, pemeriksaan gula darah dan deteksi dini kanker Serviks,” ungkap Nainggolan saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (27/04) sore.

Semua peserta adalah para Buruh/Pekerja se kota Manado, dan kegiatan kita pusatkan di lapangan Sparta Tikala mulai jam 05.00 Wita, kata mantan Sekretaris Inspektorat kota Manado ini.

Lebih lanjut Nainggolan mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Pemkot Manado dibawah kepemimpinan Walikota DR, Ir, GS, Vicky Lumentut, SH, MSi, DEA dan Wakil Walikota Manado, Mor D Bastiaan, SE ke para pekerja atau Buruh yang ada di kota Manado.

“Pemkot Manado sadar, para pekerja atau buruh ini adalah aset paling berharga yang dimiliki,” jelas Nainggolan.

Mereka ini adalah pelaku utama yang penggerak roda perekonomian kota Manado, tambahnya.

“Rencananya, Walikota dan Wakil Walikota akan memimpin langsung kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi agenda tetap Pemkot Manado,” kunci Nainggolan seraya mewanti-wanti agar wartawan turut hadir.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Kongres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions.

Untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872  menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Di Indonesia, sejak tahun 1920 sudah memperingati hari Buruh. Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi.

Ini disebabkan karena gerakan buruh di hubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Namun, pada tahun 2013, Pemerintah menetapkan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Dan pada tahun 1 Mei 2014 hingga kini, hari Buruh tetap diperingati dan dijadikan hari libur Nasional.

(mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *