Youla Lariwa Mantik Janji Tambah Insentif Guru dan Siapkan Dana Beasiswa

Fajarmanado.com, Tondano–Calon Bupati Minahasa Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) tampil meyakinkan pada Debat Publik Pilkada Minahasa 2024 di Wale Ne Tou Minahasa, Senin (11/11/2024).

Dalam debat yang digelar KPU Minahasa yang dimoderatori Chetiza Mulingkewas, MKn, MSi, Youla memaparkan sari dari visi Minahasa Keter untuk Minahasa yang maju, sejahtera dan berkeadilan.

Menjawab pertanyaan 13 panelis soal kesenjangan pelayanan pendidikan, Youla mengatakan, akan melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan yang belum terkaver dengan dana pemerintah pusat.

Pasangan nomor urut 2 YLM–DRK, menurutnya, selain akan memperjuangan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan untuk sarana dan prasarana, juga akan memberikan tambahan insentif kepada guru-guru, terutama guru honorer.

Kwalitas guru akan ditingkatkan melalui pelatihan. “Untuk meningkatkan kwalitas guru, kami akan melibatkan Unima dan Unsrat Manado untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada guru,” ujarnya.

Sementara siswa-siswa dari masyarakat ekonomi lemah yang tidak tersentuh dengan program beasiswa nasional, akan dicaver dengan APBD.

Youla mengatakan, dana beasiswa yang disiapkan pemerintah pusat selama ini, masih agak terbatas dan penyalurannya belum merata dan mengakomodir kebutuhan dari semua siswa kurang mampu di Minahasa.

“Apabila saya dan Pak Denni terpilih, kami akan menganggarkan program beasiswa terutama bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu,” ungkap Wewene Keter, sapaan Youla yang sempat viral menebus ijazah siswi dari salahsatu sekolah swasta ini.

Debat kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa yang dihadiri tiga pasangan calon Pilkada Minahasa ini, bertemakan; Optimalisasi pelayanan publik dalam mengatasi permasalahan daerah di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, disabilitas dan pembangunan yang selaras dengan kebikakan nasional berbasis keragaman, kebudayaan, HAM, hukum, demokrasi dan kebangsaan.

[**/tiks]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *