DPP APDESI

Tunggakan Konsumen PLN Rp 800 Juta Per Bulan, Giovanny: Masuk Rp 4 M Per Bulan

Tunggakan Konsumen PLN Rp 800 Juta Per Bulan, Giovanny: Masuk Rp 4 M Per Bulan
PELAKSANA TUGAS (Plt) Manager Rayon Amurang PT PLN (Persero) Giovanny K Tutuhatunewa mengaku kecewa, masih banyak konsumen malas bayar rekening listrik. Kalau konsumen malas, maka akan berdampak pada pelayanannya. (Foto: Andries)
Amurang, Fajarmanado.com – Pelaksana Tugas (Plt) Manager Rayon Amurang PT PLN (Persero) Giovanny K Tutuhatunewa mengaku kecewa bahwa hutang konsumen/pelanggan rumah malas bayar rekening PLN. Bahkan, setiap bulan pihaknya mendapati sekitar Rp 800 juta-an tunggakan konsumen. Namun, mengaku gembira setiap bulan capai sekitar Rp 3 hingga 4 miliar rupiah.

‘’Ya, dari ribuan pelanggan PLN di Rayon Amurang masih banyak yang malas bayar rekening. Masih untung lagi, tinggal sedikit menggunakan rekening biasa. Dan terbanyak menggunakan rekening listrik pintar atau mengisi pakai pulsa. Tapi, harapannya konsumen yang malas bayar tunggakan jangan perbiasakan terus,’’ujar Giovanny, Jumat (17/3/2017).

Dikatakan Giovanny, bila konsumen atau pelanggan malas bayar kewajibannya, maka pihaknya tak segan-segan akan memutus rantai aliran listrik yang terpasang. Bahwa, soal pemutusan aliran listrik itu sudah menjadi ketentuan PT PLN (Perseero). Tidak semata-mata pemutusan hanya karena kemauan.

‘’Dengan demikian, kebiasaan konsumen yang malas bayar rekening jangan diperbiasakan terus menerus. Saya tahu, konsumen di Rayon Amurang semuanya rajin-rajin. Maksudnya, rajin bayar rekening. Harapannya, apabila bulan berjalan ini belum dibayar. Maka, harapan lainnya semua bisa teratasi dengan baik,’’kata pria asal Ambon ini.

Ditambahkan Giovanny lagi, raut gembira para staf dan karyawan di Rayon Amurang lantaran setiap bulan capai Rp 3 hingga 4 miliar masuk. ‘’Banyak sih kesadaran konsumen untuk tetap membayar PLN. Namun, kalau juga sisa Rp 800-an juta diatas masuk dengan baik. Itu pertanda sangat baik sekali kondisinya. Semoga para konsumen PLN di Rayon Amurang bisa memahaminya,’’jelasnya.

Diakuinya lagi, pelayanan terhadap konsumen sering mandek, itu bukan kemauannya. Tapi, bila terjadi pemadaman itu karena cuaca, pohon tumbang dan lain sebagainya. Dengan demikian, bila konsumen rajin membayar PLN. Dipastikan, tak akan terjadi pemadaman lagi.

Tommy Tumuju, tokoh masyarakat Amurang menyebut pihak PLN harus rajin turun ke lokasi-lokasi rawan terjadi pemadaman listrik. ‘’Juga, menanggapi soal konsumen malas bayar rekening, dipastikan itu karena terjadi berbagai factor. Jadi, pihak PLN jangan langsung terpaku dengan belum bayarnya. Yang pasti, dirinya mendukung kalau konsumen PLN malas bayar rekening kemudian digunting saja,’’tegas Tumuju.

(andries)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *