Teken Asuransi Bagi 35 Ribu Pekerja Lintas Agama, Kandouw: Upah Rendah Bukan Eranya Lagi

Wagub Drs Steven Kandouw meneken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk sekitar 35 ribu pekerja sosial keagamaan Sulut, serangkaian dengan peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Sulut di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Selasa (1/5/2018). Foto: Humas Pemprov Sulut/Ist.
Manado, Fajarmanado.com — Peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diwarnai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Hebatnya lagi, tenaga kerja yang disodorkan masuk tanggungan asuransi tenaga kerja tersebut berjumlah 35 ribu orang. Mereka adalah komunitas pekerja sosial keagamaan dari lintas agama.

MoU diteken Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven Kandouw serangkaian dengan peringatan Hari Buruh Internasional tingkat Provinsi Sulut, dengan Take Line; May Day Is a Fun Day 2018 di Gedung Mapalus Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado, Selasa (1/5/2018), pagi tadi.

“Yang ditargetkan dalam BPJS Ketenagakerjaan kali ini ada dua program. Yaitu, Program Kecelakaan Kerja dan  Kematian,” kata Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Ir Erny Tumundo kepada wartawan seusai acara.

Pembayaran iuran bulanan asuransi ketenagakerjaan itu, lanjut dia, bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) BPJS Ketenagakerjaan dan sebagian melalui APBD-P Pemprov Sulut.

Sementara itu, Wagub Kandouw memaparkan kembali arahanGubernur Olly Dondokambey SE supaya jangan pernah terjadi eksploitasi terhadap kaum buruh di daerah Nyiur Melambai ini.

“Sudah bukan jamannya lagi, sudah bukan eranya lagi dan sudah bukan jamanya lagi upah buruh  rendah. Sudah tidak bisa lagi,” tandasnya.

Wagub Kandouw msngungkapkan, sebetulnya dalam setiap kesempatan, jika ada pertemuan dengan para pengusaha, pemerintah provinsi (Pemprov) selalu diminta agar menahan besaran angka upah minimum provinsi (UMP) di daerah ini.

‘Tetapi bapak gubernur sudah mengambil sikap bahwa untuk Sulawesi Utara itu untuk upah buruh lebih tinggi lebih bagus,” paparnya disambut tepuk tangan para buruh yang hadir.

“Sekali lagi kita sampaikan untuk comparative advantage dalam segala overhead apa saja yang ada di sulawesi utara boleh dikorbankan tapi jangan komponen upah buruh,” sambung Kandouw.

Wagub mengatakan, upah buruh Provinsi Sulut nomor tiga terbesar di Indonesia. Angka ini, lanjut dia,harus berbanding lurus dengan kwalitas etos kerja, semangat dan dengan pengorbanan bekerja.

“Dengan UMP yang nomor tiga terbesar itu berarti kita tidak bisa menutup diri untuk didatangi oleh pekerja-pekerja dari luar daerah kita, maka jadi tugas kita juga untuk inwork looking berkontemplasi untuk memperbaiki kwalitas output dan outcome kita” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia May Day Is a Fun Day 2018 Tommy Sampelan memberikan pujian kepada Wagub Sulut karena dengan kesibukan yang begitu padat bisa menyempatkan diri meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan May Day 2018 ini.

“Ini merupakan hal yang membanggakan bagi kami karena dalam pemerintahan sebelumnya kami merayakan sendiri, tetapi ini sudah yang ketiga kalinya kita dilibatkan dengan melibatkan semua pihak” ujar Sampelan.

Peringatan May Day kali ini diwarnai pula dengan pembagian door prize kepada para buruh yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan Wagub Kandous.

Terpantau ikut hadir pada acara yang bersaji penuh kearaban tersebut, Asisten 1 Drs Edison Humiang dan para pejabat Eselon Dua lingkup Pemprov Sulut.

Editor : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *