Ratahan,Fajarmanado.com — Komitmen Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH, untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya terus dibuktikan. Salah satunya melalui program santunan duka. Program yang sudah digagas beberapa waktu ini terbukti menuai simpati masyarakat.
Data Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mitra, jumlah kematian yang telah menerima santunan duka hingga Jumat 29 September 2017 sudah mencapai 780 jiwa. Data tersebut berdasarkan apa yang diperoleh dari masing-masing desa yang ada.
“Setiap kali terjadi kematian, data langsung masuk ke Disdukcapil. Sampai hari senin warga Mitra yang meninggal berjumlah 208 jiwa sesuai data yang masuk ke pihak kami,” ujar Kepala Disdukcapil Mitra, David Lalandos, Jumat (28/09/2017).
Lalandos menambahkan Pemkab Mitra telah memberikan santunan duka berjumlah Rp 5.460 Miliar. Kata dia, ini sesuai program Bupati Mitra James Sumendap, untuk meringankan beban keluarga berduka, sedangkan pihaknya diminta untuk mempercepat proses administrasi agar biaya santunan bisa cepat diberikan.
“Instruksi Bupati untuk mempercepat proses pendataan dan administrasi. Sasarannya untuk meringankan beban keluarga yang berduka,” jelas Mantan Kabag humas Sekdakab Mitra ini.
Selain mempercepat administrasi, pihaknya juga harus menyelesaikan dokumen penerbitan akte kematian. “Penerbitan akte sangat cepat, dengan catatan pihak keluarga harus melengkapkan dokumen dari pemerintah setempat dan harus sesuai database,” tuturnya.
Bupati James Sumendap dalam berbagai kesempatan mengatakan jika program santunan duka ini murni merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Dirinya secara tegas membantah jika ada yang menyebut program ini bermuatan politis.
“Ini wujud kepedulian pemerintah terhadap keluarga yang berduka. Jika ada sebagian pihak yang keberatan, jangan di politisir dan menyebar kebohongan kepada masyarakat,” tegasnya.
“Intinya melalui program ini pemerintah membantu meringankan beban keluarga yang tertimpa bencana duka,” tambah Sumendap dalam berbagai kesempatan.
Penulis : Didi Gara