Kawangkoan, Fajarmanado.com — Penataan sanitasi pemukiman serta keamanan dan kenyamanan menjadi fokus utama program Dana Desa Kiawa Dua Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa.
Kepala Desa (Kades) Kiawa Dua Barat, Rico Walukow mengatakan, dana desa tahun 2019 dialokasikan untuk menuntaskan pembangunan drainase di wilayah pemukiman penduduk dan drainase jalan usaha tani ke arah perkebunan sebelah Utara desa serta pengadaan lampu jalan dalam pemukiman.
Di samping itu, juga melakukan perawatan semua ruas jalan pemukiman konstruksi rabat beton yang dibangun sejak tahun 2015 dan membangun tanggul di jalan lingkar Utara desa tembus di Desa Kiawa Dua yang sudah dirintis sampai membangun jembatan pada tahun 2017 lalu.
“Ada 12 titik lampu jalan solar cell yang diprogramkan tahun ini sehingga total yang diadakan sampai akhir 2019 ini menjadi 18 buah,” jelas Hukum Tua (Kumtua) Kiawa Dua Barat, sebutan khas Kades di Minahasa itu.
Sesuai kesepakatan bersama rapat pemerintah desa, BPD dan tokoh masyarakat, lanjutnya, semua program tersebut telah tertata dalam APBDes 2019.
Ia pun mengatakan, forum rapat bersama tersebut meyakini bahwa kehadiran lampu jalan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kenyamanan, keamanan dan ketenangan masyarakat di malam hari.
“Enam Desa Kiawa, termasuk Kiawa Dua Barat dikenal juga sebagai kawasan peternakan rakyat, khususnya babi dan ayam kampung. Makanya, dengan adanya lampu jalan akan dapat memberikan ketenangan terhadap masyarakat, termasuk dari ancaman pencurian ternak,” paparnya kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Senin (8/7/2019) sore.
Sedangkan penataan drainase, menurutnya, tak lain sebagai implementasi perwujudan program sanitasi lingkungan agar masyarakat terhidar dari kemungkinan wabah penyakit demam berdarah.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa sangat concern dengan kesehatan masyarakat yang telah diwujudkan dengan program JKN gratis bagi masyarakat,” tandasnya.
Oleh karena itulah, lanjut Walukow, pihaknya memprioritaskan pembangunan desa tahun ini untuk mendukung program kesehatan Pemkab Minahasa dengan melanjutkan pembangunan sanitasi pemukiman.
“Kami juga mengadakan alat foging agar apabila muncul gejala wabah demam berdarah, kami bisa langsung bertindak melakukan foging tanpa menunggu alat dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Walukow, Dana Desa Kiawa Dua Barat 2019 yang bernilai Rp.716 juta lebih bakal dialokasikan pula membangun tanggul dan mencor di sekiyar jembatan lingkar Utara desa tembus ke Desa Kiawa Dua.
“Jembatan sudah kami bangun tahun 2017. Tapi karena masih ada kendala lahan yang muncul tiba-tiba, terpaksa baru akan dilanjutkan tahun depan. Sudah ada kesepakatan, tahun ini akan dibuatkan tanggul lebih dulu,” tuturnya.
Selain berbagai kegiatan tersebut, menurutnya, program pembangunan infrastruktur Kiawa Dua Barat tahun ini, juga melakukan perawatan semua jalan rabat beton dalam pemukiman yang dibangun sejak tahun 2015.
“D sekitat 1.300 meter. Semuanya akan dilaburi dengan aspal dan pasir,” ungkap pria familiar namun dikenal tegas bersikap dan bertindak ini.
Penulis: Herly Umbas