Amurang, Fajarmanado.com – Pengucapan syukur (Thanks Giving) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) 2017 dipastikan digelar 16 Juli mendatang.
Kepastian ini diputuskan bersama melalui rapat musyawarah bersama antara Pemkab Minsel, BKSAUA dan FKUB yang digelar, Kamis (15/6/2017) di ruang rapat Bapelitbang Minsel.
Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Minsel Ir Maxie R Pattyranie, MSi tidak menampik jika penetapan tanggal Pengucapan Syukur tersebut sempat alot karena sudah menjadi kebiasaan dilaksakan pada setiap minggu ke dua bulan Juli.
“Tapi akhirnya semua sepakat dilaksanakan pada minggu ketiga yakni tanggal 16 Juli 2017,” katanya sambil menyebutkan ikut hadir pada musyawarah itu juga Asisten I Handri Sondakh.
Sementara itu, Ketua BKSAUA Minsel Pdt Rio Tumbelaka, M.Th bersama Ketua BAMAG Pdt Roy Lumintang, S.Th dan Ketua FKUB Minsel Pdt Lucky Paulus Tumbelaka, M.Th dan Pimpinan Konghucu Liem Gio Mey serta perwakilan Katolik Ps Sebastian Aman mengatakan menerima.
‘’Apapun hasil keputusan rapat musyawarah ini kami semua akhirnya menerimanya. Hasil ini segera kami akan sosialisasi baik di gereja dan khususnya dengan pemerintah desa/kelurahan di wilayah masing-masing,” ujar Tumbelaka.
Dilain pihak, sejumlah netizen melalui akun facebook ikut mempertanyakan keputusan BKSAUA, BAMAG dan FKUB Minsel. Bahwa, menjadi pertanyaan kalau akhirnya hari pengucapan syukur Minsel ‘terpaksa’ jadi minggu ketiga. Padahal, biasanya dan sudah bertahun-tahun lamanya digelar tiap minggu kedua bulan Juli.
‘’Ya, jadi sama tahun 2009. Bahwa, keputusan BKSAUA Minsel zaman Pdt Ganny Sondakh, S.Th memutuskan tanpa koordinasi dengan GMIM, khususnya wilayah atau rayon Minsel. Akibatnya, hal diatas ajang tahunan tersebut digelar dua kali berturut-turut. Akibatnya, tak sedikit ‘kerugian’ oleh warga hanya untuk acara tersebut. Olehnya, Pemkab Minsel harus jadi penengah antara warga dan jemaat, bukan setelah usulan BKSAUA, BAMAG dan FKUB pun diterima tanpa alas an tepat. Tapi biarlah, hal diatas sudah melalui rapat musyawarah. Semoga Tuhan akan mengiringi keputusan diatas menjadi hari yang istimewa dan menyenangkan Tuhan untuk kita rayakan sederhana, aman dan damai sejahtera,’’tukas Nyong Rungkat, warga Lewet yang dibenarkan Jouldy Tumbuan, warga Ranoiapo.
Penulis: Andries Pattyranie