Tondano, Fajarmanado.com – Event nasional Gebyar Aksi Bela Negara tingkat nasional berlangsung semarak dan meriah namun tetap hidmat di Stadion Maesa Tondano, Minahasa, Senin (11/12/2017), siang tadi. Istri Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu melepas parade yang diikuti sejumlah duta-duta dari daerah-daerah se tanah air.
Malam harinya ini, masih dalam rangkaian Gebyar Aksi Bela Negara, digelar konser yang dimeriahkan sederetan artis papan atas lokal maupun tanah air. Mereka, antara lain, Mongol Stres, Gio Idol, dan grup band legendaris, Slank.
Penampilan Slank yang membawakan lagu-lagu lawasnya sukses menghipnotis ribuan warga yang datang di Stadion Maesa Tondano. Kaka ,sang vokalis tampil prima menyanyikan lagu-lagu hits Slank secara berturut-turut.
Sindy, salah satu relawan Bela Negara mengatakan bahwa masyaralat Bumi Nyiur Melambai sangat butuh hiburan seperti ini. Dirinya pun berterima kasih buat pemerintah yang mempercayakan Kabupaten Minahasa sebagai tuan rumah Gebyar Bela Negara.
“Slank memang mantap. Penampilan mereka benar-benar profesional sebagai penghibur. Trima kasih pemerintah yang menjadi sponsor. Harus diakui kalau event seperti ini sangat dibutuhkan,” ujarnya, Senin (11/12) malam ini sentara konser sedang berlangsung.
Disisi lain Stadion Maesa, Hence Tolokon mengatakan bahwa beberapa event nasional yang sempat dihelat ditempat tersebut belum benar-benar menggoda. Alasanya, Stadion Maesa Tondano yang mampu menampung puluhan ribu orang, belum pernah kelihatan penuh sesak.
“Terakhir kali saya menyaksikan Stadion Maesa Tondano penuh sesak, waktu keseblasan Persmin main sepak bola. Hampir setiap kali Persmin main, Stadion hampir selalu penuh sesak. Asih toh itu dikenakan karcis masuk,” ujar lelaki berkacamata tersebut.
Lanjutnya, kecintaan masyarakat seperti itu yang harus diusahakan oleh pemerintah. “Waktu itu jamanya Bupati Drs Stevanus Vreeke Runtu yang memimpin di Kabupaten Minahasa. Beliau dikenal sebagai ‘Tuama Minahasa’. Dan tidak salah kalau saya katakan bahwa kharisma Tuama Minahasa perlu ditampilkan kembali,” kuncinya.
Penulis: Fiser Wakulu