Manado, Fajarmanado.com — Seiring merebaknya kabar ancaman krisis pangan dan resesi ekonomi dunia pada tahun 2023 ini, memantik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) meluncurkan kembali program ajakan “Mari jo Bakobong“.
Berbagai stakeholder, tak terkecuali organisisasi gereja di Nyiur Melambai pun sontak bereaksi dan menggerakkan jemaatnya melakukan gerakan pemberdayaan lahan pertanian untuk menyukseskan program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) mencanangkan program “Mari Jo Batanam dan Beternak” pada hari Rabu, 2 November 2022. Diikuti kemudian, Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di lahan KGPM Sentrum Kawangkoan pada 23 Desember 2022.
Kendati demikian, KGPM Sentrum Kawangkoan telah beberapa tahun mengolah lahan pertanian tidur secara rutin sebelum mencuatnya ancaman krisid pangan nasional.
Namun ironisnya, ajakan untuk memperkuat ketahanan pangan hanya dipraktekkan oleh segelintir public figure, yang notabena menjadi teladan masyarakat. Lainnya, terkesan hanya memberi contoh di depan publik pada acara serimonial.
Pantauan Fajarmanado.com, hanya segelintir tokoh panutan masyarakat Sulut yang secara pribadi rutin memberi contoh konkret. Bukan sekadar retorika mengajak masyarakat.
Sebut saja, Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan atau Dapil Sulut, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBAN Liow).
Sebagaimana rekam digital, Olly Dondokambey, setiap ada waktu luang, ternyata doyan turun langsung ke ladang pertanian dan perkebunan miliknya di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Begitu pun Stefa Liow, Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI ini. Selain rajin menyapa massyarakat, nyaris setiap bangun tidur saat sennggang, Senator SBANL ke kebun keluarganya.
Apa yang dilakukan Olly dan Stefa, tak lain mengolah dan menanam hortikuktura, palawija maupun pohon buah-buahan maupun kayu-kayuan.
”Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan di kebun. Saya juga merasa bugar ketika beraktivitas di kebun,” kata Senator SBAN Liow kepada wartawan di Tomohon, Sabtu (4/2/2023).
Begitupun Olly Dondokambey. Gubernur Sulut dua periode yang juga Bendahara Umum DPP dan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut ini, juga rajin turun ke ladang dan kebun.
Setiap ada waktu senggang, pagi-pagi Olly sudah berada di kebun milik keluarganya. Mengenakan kaos oblong, celana pendek dengan cepatu lars, Olly menanam padi dan atau pohon buah maupun mengupas kelapa hasil panen.
“Waktu itu, kami pergi bertamu pagi-pagi sekali. Lama Pak Gubernur muncul. Beliau datang dengan kaos oblong, celana pendek dan cepatu lars. Egh… ternyata dari kebun,” ujar Ketua Badan Pimpinan Sidang (BPS) KGPM PNIEL Kawangkoan, Pnt. Fabian DK Mendur, SPt, MM kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Minggu (5/2/2023)
Sebagaimana Olly Dondokambey, jauh sebelum menjadi Anggota DPD RI/MPR RI, Stefa Liow dikenal sebagai aktivis lingkungan.
Lahan di samping rumahnya, yang kini depan Supermarket Multy Mart Tomohon, pun tak luput dijadikan tempat pembibitan kayu-kayuan dan buah-buahan. Anakan-anakan aneka jenis tanaman tahunan itu dibagikan gratis kepada masyarakat.
Untuk itu, suami tercinta Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) ini mengajak masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah yakni ba kobong.
“Kalau tidak ada lahan, saya amati masih banyak lahan pertanian yang tidak dimanfaatkan dan diolah. Lahan-lahan tidur ini bisa diberdayakan dan dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan daerah sekaligus untuk ekonomi keluarga,” ujar Senator SBAN Liow, yang juga rutin berdialog dengan petani.
Di sisi lain, SBAN Liow juga meminta kepada pemerintah agar memfasilitasi masyarakat dalam hal pengadaan pupuk maupun bibit agar program bakobong bisa sukses.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada upaya dari masyarakat untuk membuat pupuk organik dalam mengatasi kesulitan pupuk kimia seperti saat ini.
”Sudah ada upaya dari masyarakat maupun penggiat pertanian yang memproduksi pupuk organik. Tapi masih terbatas. Untuk itu perlu uluran tangan dari pihak terkait seperti pemerintah,” katanya.
Senator SBAN Liow, yang dikenal sebsgau Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Periode 2014-2018 dan kini Penasehat Panji Yosua dan P/KB Sinode GMIM Periode 2022-2027 kembali mengajak masyarakat dan jemaat untuk mendukung program ayo bakobong dan menanam yang dicanangkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE dan Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina.
Program Mari Jo Bakobong, lanjut SBAN Liow, selain dalam rangka ketahanan dan kedaulatan pangan, juga akan bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus mengantisipasi ancaman krisis global. [herly umbas]