Astaga! Proyek Air Birsih Mitra ‘Dimainkan’

Pipa yang sementara dipasang di Ratahan
Pipa yang sementara dipasang di Ratahan
Ratahan, Fajarmanado.com – Peoyek air bersih, yang sangat didambakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keseharian di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dituding hanya dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan.

Pengerjaan galian pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dinilai tidak sesuai bestek. Fakta di lapangan, galian jaringan pipa tidak memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga dikuatirkan tidak bertahan lama.

Salah seorang warga Ratahan, Alfendy Rayo kepada wartawan, Kamis (6/10), menyatakan, galian pipa yang tengah dipasang di Kota Ratahan sekarang ini bisa diduga tidak memenuhi aturan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kedalaman galian saja sudah ada kejanggalan. PDAM sebagai pemakai seakan tidak peduli karena tidak mengirim petugas pengawas,” katanya.

Sementara Noldy Gara menyebutkan, dari pantauannya, galian jaringan pipa air bersih di wilayah kelurahan Wawali Pasan menggunakan ukuran 3″, namun kedalaman hanya sekira 40 centimeter (cm).

Menurut Gara,  kalau sesuai bestek untuk pipa ukuran 2 inci harus kedalaman 50 cm, pipa 3 inci  berkedalaman pipa 60 cm. Sedangkan untuk pipa 4 in inci 80-100 cm dan pipa 6 inci harus sedalam 100 cm lebih.

“Untuk meastikannya seharusnya pengerjaan seperti ini ada pengawas dari pihak PDAM,” ujarnya.

Selain itu masyarakat tidak mengetahui persis berapa anggaran yang diplotkan pemerintah karena proyek tersebut tidak ada papan proyek.

“Sekarang setelah pepasangan pipa air bersih ini, pihak ke tiga akan ambil sumber air dari mana. Sebab kalau tidak ada sumber air yang akan mengaliri pipa ini, maka bisa saja proyek jaringan pipa air bersih ini hanya jadi mubasir,” katanya.

Gara mengaku tidak mengetahui persis apakah pemasangan pipa tersebut dilakukan karena ada sumber mataair baru PDAM atau hanya memanfaatkan sumber mataair yang sudah ada.

“Pipa-pipa ini hanya menjadi mubasir atau percuma kalau tidak ada sumber mataair baru dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Menurut dia, tanpa tambahan sumber mataair baru, pemasangan pipa ini pasti percuma karena dengan jaringan pipa yang ada sekarang ini PDAM belum bisa memaksimalkan pemanfaatannya, apalagi ditambah pemasangan pipa baru.

“Kalau ada penambahan jaringan, sebetulnya harus ada sumber mataair baru sebab jaringan yang ada belum mampu diberdayakan memanfaatkan air yang ada,” kilahnya.

Sementara, Direktur PDAM Meidy Uguy saat dikonfirmasi menyebutkan, soal pengerjaan proyek jaringan pipa air bukan ranahnya di PDAM Mutra, tapi ke Dinas PU Mitra.

“Kalau ada pengerjaan jaringan air bersih yang tidak memenuhi standart, silahkan komplain ke Dunas PU bukan di PDAM,” ujarnya.

Dia menegaskan, instansi terkait dan pihak ketiga yang pengerjaannya tidak sesuai standart, harus diberikan pelajaran. Sebab ketika pekerjaannya tidak sesuai bestek, nantinya PDAM yang tanggung dosa akibat pelayanan tidak maksimal.

Sementara, Kepala Dinas PU Kabupaten Mitra DR Welly Munaiseche saat dikonfirmasi mengatakan, untuk proyek pembangunan jaringan air bersih di Mitra tahun ini dianggarkan sekira Rp23 miliyar.

Dia mengakui ada yang terlambat tender, sehingga ada beberapa lokasi yang baru mulai pekerjaan.

“Ada sekira 10 lokasi lebih pembangunan jaringan pipa air bersih. Untuk satu lokasi sumber air harus 10 liter per detik yang bersumber dari mata air dan dari sungai,” katanya.

Umumnya, lanjut dia, pipa-pipa tersebut memanfaatkan  sumber air sungai. Karena kalau cuma dari mata air yang ada, tidak bisa memenuhi 10 liter per detik. Untuk suplai air di Ratahan berasal dari perkebunan sebelum Kampung Kalatin,” ungkapnya.

Sementara, terkait dengan pengerjaan penggalian yang tidak sesuai bestek, kata Welly, ada pengawas teknis yang mengawasi, jadi kalau ada pengerjaan tidak sesuai standard, maka harus dibenahi, sebab tim teknis dan pengawas dilapangan yang mengawasi langsung pekerjaan ini.

(geri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *