Airmadidi,Fajarmanado.com – Proyek pengerjaan pembuatan drainase di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, menjadi sorotan warga khususnya pengguna jalan. Bahkan para pengedara roda dua maupun roda empat saat melintasi area proyek tersebut merasa resah dengan tumpukan material proyek yang telah memakan hampir 1/2 bahu jalan.
“Sisa-sisa pengerjaan material proyek tersebut di biarkan berserakan tidak beraturan di bahu- bahu jalan sekitaran proyek itu. Seperti, pasir, dan batu batu dan batu-batuan krikil. Ini sangat membahayakan para pengendara,” kritik warga setempat
Demikian juga tumpukan tanah bekas galian masih menumpuk, ini sangat berpengaruh juga terhadap kesatahatan warga diarae pengerjaan.
“Kan ini lagi musim panas dan musim angin. Jadi tanah hasil galian itu menghasilkan debu, dan debu ini dikonsumsi masyarakat dia area pegerjaan dan para pengendara saat melintasi area proyek. Bagai mana tidak, debu itu diangkat oleh angin. Ini mengancam warga untuk kena ISPA,” keluh sejumlah warga pada wartawan.
Beberapa pengendara juga mengeluhkan pengerjaan tersebut. Dimana, material proyek itu dapat mengancam keselamatan para pengendara.
“Ia kondisi jalan tidak terlalu besar, sementara material proyek sudah di badan jalan. Belum lagi saya lihat tadi, sisah-sisah material seperti bebatuan kecil. Ini sangat berbahaya terutama pengendara roda 2 seperti kami, jika ini terjadi siapa yang bertanggung jawab. Pihak perusahan atau kontraktor harus bertanggung jawab soal ini, ini sangat berbayah,” tegas Semuel (38) salah satu pengendara roda dua.
Sementara itu, Andre Kansil sebagai pihak ke 3 (Kontraktor red) saat dikonfirmasi Via Telephon dengan Nomor kontak 0813 40XXXXXX terkait hal tersebut, dia enggan menerima telephon wartwan media ini, hingga berita ini diturunkan.
Diketahui, Proyek draenase tersebut merupakan proyek dari provinsi, dengan pagu anggaran 2 Miliar lebih yang diambil dari APBD tahun 2019. Sementara pemenang tender adalah CV Jaya Agung.
Penulis : Joel Polutu