Bupati Minut Harap Pemilik Tambang Jangan Hanya Cari Untung

Bupati Minut Harap Pemilik Tambang jangan Hanya Cari Untung
PASCA tertimbunnya 13 penambang asal Tasikmalaya di tambang Desa Tatelu, Bupati Minut Vonnie Panambunan meminta pemilik tambang siapkan peralatan pengaman yang sesuai.(foto: udi)
Airmadidi,Fajarmanado.com—Pasca tertimbunnya 13 pekerja tambang di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe yang berhasil diselamatkan hidup-hidup, membuat Bupati Minut Vonnie A Panambunan angakt bicara.

Dikatakan Panambunan, kerja di tambang resikonya sangat tinggi. Jika tidak menggunakan alat-alat keamanan yang canggih, maka dipastikan nyawa taruhannya.

“Untuk itu, saya menghimbau kepada para pekerja tambang, terlebih mereka yang bekerja di tambang-tambang tradisional untuk senantiasa berhati-hati. Sebaiknya, pihak pengelola tambang bisa mempersiapkan perlengkapan alat keamanan yang memadai,” tutur Panambunan, Selasa (18/4/2017).

Dijelaskan Panambunan, untuk penghasilan suatu tambang apalagi tambang emas, keuntungan sangat menggoda. Namun sekali lagi, sistem keamanan harus menjadi nomor satu agar semua bisa bekerja dengan baik tanpa harus ada yang dirugikan.

“Jangan pihak pengelola hanya mencari keuntungan besar, tapi perhatian untuk keamanan kerjanya tidak diperhatikan. Dari kejadian kemarin, itu harus jadi pelajaran. Saya yakin, pihak pengelola juga tidak menginginkan kejadian tersebut,” terang Panambunan, sembari meminta ada perhatian instansi terkait soal keamanan kerja para penambang.

Diberitakan sebelumnya tambang emas di Desa Tatelu Jaga I Kecamatan Dimembe mengalami longsor, Kamis (13/4/2017). Beruntung 13 penambang asal Tasikmalaya Jabar yang tertimbun dalam lubang tambang berhasil selamat setelah bertahan selama 18 jam, Jumat (14/4/2017) pagi sekitar 10.00 Wita.

Sebagaimana informasi yang dirangkum peristiwa itu terjadi saat 13 penambang sedang melakukan penambangan di lokasi lubang milik Selga Waworuntu yang dikelola oleh Alan Waworuntu. Ke-13 penambang asal Jabar itu masing-masing Ubri, Diki, Karno, Wawan, Dian, Asep, Nana, Nono, Ugi, Opim, Ali, Aep dan Ali.

Kasus tertimbunnya penambang beberapa kali terjadi, dimana peristiwa longsor lubang tambang emas di Desa Tatelu baru-baru ini yang ketiga. Pertama pada Desember 2011 yaitu tiga penambang asal Motoling tertimbun dengan satu korban meninggal. Kemudian pada Februari 2013 dengan dua warga Tompaso jadi korban tewas.

(udi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *