Penyidik Polda Sulut Usut Kenaikan Harga Rica

Penyidik Polda Sulut Usut Kenaikan Harga Rica
Gambar ilustrasi bahan pokok
Manado, Fajarmanado.com – Kenaikan harga sembako di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) jelang hari raya Idul Fitri cukup meresahkan masyarakat. Penyidik Polda Sulut pun dikabarkan telah turun mengusut kemungkinan permainan pedagang.

Pekan lalu, harga sejumlah bahan kebutuhan dapur masih normal dan terjangkau masyarakat, kini telah melambung hampir 200 persen dari sekitar Rp50-Rp60 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram.

Kondisi ini ditemui tim Inspeksi Mendadak (Sidak) Pemprov Sulut yang kemudian diduga kuat ada pemainan para tengkulak.

Temuan tim Sidak yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandouw itu, langsung direspon Polda Sulut sehari kemudian, yakni Selasa (30/05/2017). Tim penyidik terpantau turun melakukan pengawasan di setiap pasar di Manado.

Para penyidik pun ikut menanti para pemasok rica (cabe) untuk dimintai keterangan terkait kenaikan harga cabe yang mencapai Rp130 ribu/kg yang awalnya hanya dikisaran Rp60 ribu.

Di tempat lain, Kabid Humas Polda Sulut Ibrahim Tompo mengakui kepolisian khususnya dari Polda Sulut Bagian Subdit Indagsi Ditreskrimsus langsung turun ke pasar untuk merespon kenaikan harga bahan dapur khususnya cabe rawit  atau rica.

Hal ini dilakukan agar supaya masyarakat bisa kembali merasakan harga bahan dapur yang wajar.

“Para penyidik pun ikut menunggu pemasok cabe rawit untukk dimintai keterangan kenapa terjadi kenaika harga tersebut,” katanya.

Langkah Polda Sulut langsung mendapat apresiasi warga masyarakat. Mereka menilai langkah melakukan penelurusan langsung kenaikkan harga rica hingga di pasar sangatlah tepat.

“Kondisi langsung diketahui dan mata rantai asal dan sampai ke tangan penjual bisa diketahui. Pastinya akan lebih jelas siapa yang bermain harga jika memang benar terjadi,” terang pemerhati pemerintah Arie Wantah SH.

(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *