Manado, Fajarmanado.com-Menjelang Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 kebutuhan sembako cenderung meningkat tajam namun tidak jarang sering muncul perilaku oknum-oknum tertentu menimbun sejumlah barang kebutuhan warga untuk mencukupi kebutuhan pada saat hari raya. Hal ini patut diantisipasi sehingga warga bisa mencukupi kebutuhan dengan harga yang bisa dijangkau.
Sebab jika tidak, warga akan kesulitan mencukupi kebutuhan dan bila ada barang tapi dalam jumlah terbatas sehingga terpaksa harus mengeluarkan ongkos besar menyusul harga barang melambung tinggi akibat permintaan besar namun persediaan barang terbatas di pasar yang dipicu penimbunan, hal itu dikatakan Ketua Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) Sulawesi Utara Fernando Masloman, ketika melakukan pemantauan di Pasar Bersehati Manado.
“Biasanya jelang Natal begini, atau mendekati Tahun Baru ada mafia sembako yang mau memanfaatkan situasi dengan mamasukan atau menimbun bahan sembako dan ini perlu diwaspadai,” jelas Masloman, Sabtu (26/11).
Masloman menuturkan, perlu tindakan tegas bagi para mafia sembako yang ada di Sulut.”Para mafia sembako itu, tidak mau tahu, masyarakat susah atau senang, yang penting mereka untung,” ungkapnya.
Pemerintah seharusnya sudah melakukan pengawasan disejumlah pasar sejak dini, jauh hari sebelum hari H. “Monitoring berguna mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga terlalu tinggi yang tentu saja bisa memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Kata Masloman, pemerintah perlu melakukan kontrol, seperti operasi pasar oleh dinas terkait (Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Hal itu juga bisa dilakukan bersama Badan Urusan Logistik (Bulog).
Ketua Barak ini, menghimbau masyarakat tidak terpancing membeli bahan pokok secara berlebihan karena justru akan mendorong kenaikan harga. Selain masyarakat, pihak dinas terkait juga mengingatkan secara keras supaya para pedagang dan distributor tidak menimbun bahan pokok terutama seperti beras, telur, gula pasir, dan minyak goreng.
(aji)