DPP APDESI

Alex Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

Alex Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya
Beginilah penampakan Alex Jacky Wendur ditemukan tak bernyawa sekitar jam 9 pagi tadi. Foto: Polsek Kawangkoan.
Kawangkoan Utara, Fajarmanado.com – Alex Jacky Wendur ditemukan tak bernyawa sekitar jam 9 pagi tadi. Pria 56 ini terbujur kaku di lantai ruang tamu rumahnya, Lingkungan 3, Desa Kiawa Satu Utara, Kecamatan Kawangkoan Utara, Minahasa.

Namun demikian, tak ada tanda-tanda akibat tindak kekerasan pada tubuh Alex. Suami yang tinggal sendirian di rumah sederhananya ini diduga kuat meninggal karena sakit yang dideritanya selama ini.

“Korban memiliki riwayat sakit hipertensi, ginjal dan sering mengeluh pusing,” kata Kapolsek Kawangkoan Iptu Dartha Bambang Daipaha kepada Fajarmanado.com di Kawangkoan, Jumat (21/07/2017), siang tadi.

Dalam beberapa pekan terakhir, korban dikabarkan tinggal sendirian di rumahnya. Selfie Piri, isterinya, delapan bulan terakhir mengadu nasib bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong.

Sementara, anak pertamanya, Yehezkiel yang selama ini menemani sang ayah, sudah beberapa pekan terakhir jarang pulang rumah karena kesibukan bekerja di Kota Manado. Bujangan 19 tahun ini, dikabarkan sudah dua tahun bekerja di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)

Sedangkan anak ke dua korban, Ester (16 tahun) telah menikah dan tinggal bersama suaminya di desa tetangga, Kiawa Dua, Kecamatan Kawangkoan Utara.

Sekitar pukul 09.00 Wita, pagi tadi, Ester mampir bermaksud mengecek keberadaan ayahnya karena sejak kemarin berada di wilayah Langowan. Saat tiba, ibu rumah tangga berusia 16 tahun ini, mendapati pintu depan rumah terkunci rapat.

Betapa terkejutnya Ester ketika berhasil masuk mendapati ayahnya telah terbaring kaku di lantai rumah dengan posisi kepala berada di rak ke dua meja televisi.

Ester pun panik dan langsung menemui pihak keluarga yang tinggal di dekat rumah ayahnya, kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak Polsek Kawangkoan.

Tak berselang beberapa saat, Kapolsek Iptu Dartha Bambang Daipaha bersama jajarannya tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Sambil melakukanidentifikasi dan olah TKP, polisi menghubungi pihak Puskesmas Kawangkoan.

“Tapi setelah kami berikan penjelasan, pihak keluarga tetap menolak dilakukan otopsi terhadap jasad korban. Keluarga pasrah karena mengetahui persis riwayat penyakit korban,” ujar Kapolsek Daipaha.

Penulis : Fiser Wakulu

Editor   : Herly Umbas  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *