FajarManado.News, Kawangkoan–Langkah simpatik dilakukan pengelola SPBU Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) menyikapi antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Sabtu pagi, 17 Oktober 2026.
“Pulang pigi smokol jo dulu. Aman kwa tu stok. Samua mo dapa isi akang. (Kembali sarapan pagi saja. Stok aman. Semua bisa kebagian),” kata Refly Nayoan dengan logat Manado.
Refly mengaku prihatin dengan kepanikan para pemilik dan sopir kendaraan yang berusaha mengantre tanpa mengenal waktu.
Karena itu, dia dengan berjalan kaki mendatangi para pemilik sepeda motor dan minibus yang antreannya sudah mencapai 3 kilometer.
“Saya kaget antrean sepeda motor sudah sampai di depan SDN I Talikuran. Begitu pun kendaraan roda empat.Ā Makanya saat memantau, saya menyampaikan kepada mereka untuk tidak usah takut tidak kebagian karena hariĀ Sabtu ini, stok aman. Jadi bisa pulang ke rumah untuk makan. Apalagi yang sudah mengantre dari subuh bahkan dari malam,” ujar Bos Reyer, sapaan akrab suami dari Camat Kawangkoan Utara ini.
Stok BBM jenis Pertalite yang akan masuk Sabut ini, lanjut dia, mencapai 24 ribu liter. Pertamina Patra Niaga pun berjanji akan menambah jika terjadi kekurangan.
“Pemerintah dalam hal ini Bapak Gubernur, Kapolda, Bapak Bupati Minahasa dan Ibu Wakil Bupati Minahasa terus memantau ketersedian stok. Makanya masyarakat tidak perlu takut. Stok samua aman,” ujarnya.
Refly mengakui memang terjadi keterlambatan pasokan. Namun,Ā sebenarnya seperti yang sudah biasa terjadi seperti waktu-waktu sebelumnya, stok sudah ada dan akan terus masuk teminal integrade Bitung sebanyak total 18 ribu liter Pertalite dan 2 ribu liter Pertamax sampai tanggal 19 Oktober, lusa.
“Hanya saja, mungkin melihat di daerah lain terjadi kelangkaan atau di media sosial banyak kendaraan yang antre membuat banyak mengantre mengisi BBM,” katanya.
“Tapi Pertamina sudah menyampaikan bahwa stok aman. Jadi masyarakat tidak usah khawatir atau terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang membuat terjadinya kepanikan,” sambung pria yang telah mengelola SPBU KawangkoanĀ 30-an tahun ini.
Sementara itu dalam pantauan, antrean panjang kendaraan beroda dua dan empat sampai siang ini mencapai sekira 3 kilometer.
Khusus mobil saja, antreannya bahkan sampai di memutar kompleks terminal Kawangkoan. Bahkan ada yang memarkir kendaraan dari malam hari.
Meski demikian,Ā antrean panjang kendaraan tersebut tidak mengganggu arus lalulintas karena diatur langsung oleh aparat Polsek Kawangkoan, dipimpin Kapolsek Ipda Ronny Steven Ambat.
“Polsek Kawangkoan all out membantu sehingga semua lancar. Kami juga akan memaksimalkan para petugas SPBU agar semua terlayani dengan baik,” pungkasnya.
[tas/heru]