Sah Gantikan Nanik S Deyang, Sudaryono Janji Zero Tolerance untuk Korupsi dan “Hanky Panky” di BGN

FajarManado.News, Jakarta — Sudaryono sah menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri dari jabatan Ketua Badan Gizi Nasional (BGN).

Sudaryono yang sejak tahun 2024 menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore, 22 Juli 2026.

Dasar hukum pelantikannya tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BGN.

Pria berusia 41 tahun ini menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Sudaryono yang tiba di Istana Kepresidenan Jakarta membawa anak, istri, dan orang tua mengaku mendapatkan informasi akan ditunjuk menjadi Kepala BGN pada Selasa kemarin, 21 Juli 2026.

“Tadi pagi saya ditelepon Pak Seskab, Pak Teddy dan mengonfirmasi bahwa hari ini saya akan dilantik secara resmi untuk menggantikan Ibu Nanik,” kata Sudaryono sebelum pelantikan.

Ia menegaskan akan menciptakan zero tolerance terhadap praktik korupsi dan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG.

Bahkan ia memastikan tidak akan ada lagi praktik “hanky panky” atau praktik kecurangan hingga tipu daya maupun tindakan yang merugikan keuangan negara di lingkungan BGN.

Sudaryono mengatakan dirinya akan memprioritaskan pembenahan tata kelola di tubuh BGN.

Ia pun memastikan bahwa seluruh proses kerja akan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan mengingat program MBG menggunakan anggaran negara yang bersumber dari masyarakat.

Setiap rupiah yang dikeluarkan, lanjutnya, harus benar-benar digunakan sesuai tujuan program, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.

“Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada rekodnya. Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang benderang,” ujarnya.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hanky panky dan copet-copetan,” katanya lagi seusai dilantik.

Tak Puny SPPG

Menjawab pertanyaan wartawan, Sudaryono menegaskan dirinya maupun keluarganya tidak memiliki satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG).

“Enggak ada, enggak ada, saya tak punya SPPG, saya tak punya dapur, tidak. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur SPPG,” katanya.

Selain menegaskan hal tersebut, Sudaryono juga menjelaskan esensi program MBG bukan sekadar membagikan makanan kepada masyarakat. Katanya, tujuan utama program MBG adalah memastikan penerima memperoleh asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan.

“Kita menyediakan gizi yang sesuai, namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis, atau bukan makan banyak gratis, bukan,” tuturnya.

Ia menegaskan, kelompok yang menjadi prioritas dalam program tersebut adalah anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi. Karena itu, keberhasilan program akan diukur dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Sudaryono menambahkan, BGN akan terus mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai tujuan awal yang telah ditetapkan pemerintah.

Fokus utama BGN, menurutnya, adalah memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi dengan standar yang telah ditentukan.

[**heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *