FajarManado.News, Kawangkoan — Ketua Umum Kumpulan Mapalus Kawangkoan (Kumawangkoan) Jabodetabek, Meiki Stevan Alling mengapresiasi kehadiran Kawangkoan Ba Ombong di pusat kota Kecamatan Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
“Ini bagus sekali, berhasil geliatkan ekonomi kerakyatan dan menjasi objek wisata baru, makanya harus dilestarikan dan dijaga bersama oleh semua stakeholder dan masyarakat pengunjung,” komentarnya di kawasan Kawangkoan Ba Ombong kepada FajarManado.News, Jumat malam, 17 Juli 2026.
Kehadiran Kawangkoan Ba Ombong, katanya, telah menciptakan kawasan ekonomi baru sehingga semakin mengparipurnakan Kawangkoan sebagai kota kecil pusat kuliner di Kabupaten Minahasa maupun Provinsi Sulut.
Kawangkoan, yang diusulkan sebagai Ibu Kota Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kabupaten Minahasa Tengah (Minteng) sejak Desember 2012, sejak dulu dikenal sebagai kota kuliner.
“Selama ini Kawangkoan masih sebatas dikenal dengan sebutan kota kacang sangrai, biapong (bakpao) dan ragey, tapi dengan adanya Kawangkoan Ba Ombong, lengkaplah sudah Kawangkoan sebagai kota kuliner,” paparnya.
Kawasan khusus Kawangkoan Ba Ombong yang buka setiap hari selang jam 5 sore sampai jam 11 malam ini, menyediakan begitu beragam menu makanan dan minuman ringan maupun makanan berat.
Mulai dari kue tradisional cucur, kukis sagu, kelapa sampai pisang garo gula, martabak dan aneka menu makanan khas, ragey, babi tore, soto ba, bebek, kodok sampai ayam kampung.
Selain beragam kuliner, juga ada beberapa arena bermain anak-anak. Mulai Odong-Odong, mobil-mobilan sampai kolam memancing dan menggambar bagi anak-anak.
“Inilah yang menarik banyak pengunjung. So ada di sini samua, jadi banyak pilihan,” ujar Meky, sapaan karib Ketua Umum (Ketum) Kumawangkoan, pengganti Heintje Liow yang mengundurkan diri ini.
Menurutnya, kehadiran kawasan khusus kuliner ini, telah menciptakan multyplier effect bagi masyarakat Kawangkoan dan sekitarnya, terutama meningkatkan perputaran dan pertumbuhan ekonomi yang sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Melihat antusiasme pelaku usaha dan pengunjung di sini, sayang sekali kalau kegiatan ini dihentikan,” ujar bankir Bank BCA, yang juga Ketua Umum Komnas SP NIBA BCA 2025–2028 ini.
Komite Nasional Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa dan Asuransi atau Komnas SP NIBA PT Bank Central Asia Tbk ini adalah wadah serikat pekerja resmi bagi karyawan tetap BCA yang berafiliasi dengan Federasi SP NIBA dan Konfederasi SPSI.
“Jadi sayang sekali kalau Ba Ombong ini ditutup,” tandasnya sambil seruput Saraba, yang tersaji bersama kue pisang garo gula merah, martabak dan ragey,
Kawangkoan Ba Ombong sendiri resmi dibuka dan ditangani Bumdesma Esa Waya Kawangkoan di kompleks pertokoan, Tugu Kumawangkoan dan Taman Kota Kawangkoan sejak awal Februari 2026 lalu.
Memanfaatkan jalan 17 Agustus, yang melintas di depan Kantor Camat dan pelataran terminal Kawangkoan, kini telah memfasilitasi 165 pengusaha mikro kecil.
Direktur Bumdesma Esa Waya Kawangkoan, Drs Eddy F Ruata mengatakan, minat masyarakat membuka usaha di lokasi ini semakin besar, namun lokasi yang tersedia tidak lagi mencukupi.
“Sampai saat ini, ada 18 pemohon yang masuk daftar antri di luar puluhan lainnya yang telah menghubungi kami tapi belum mengisi formulir pendaftaran,” katanya.
Lahan eks Kantor Distrik dan Pembantu Bupati Wilayah Kawangkoan menjadi solusi utama perluasan area kawasan kuliner tersebut.
“Tapi kami masih menunggu SK Pemhapusan Aset untuk membongkar bangunan tua itu,” sela Sekretaris Bumdesma Esa Waya, Semuel Meidy Sada, SIP dan Bendahara Drs Stevie Saleh.
[heru]