FajarManado.News, Manado — Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali menjadi saksi bisu kuasa Yesus Kristus, Senin, 27 April 2026.
Fakta penyembuhan, baik rohani maupun kesehatan “membanjiri” pribadi ratusan, bahkan ribuan orang yang mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Penyembuhan pada malam pertama yang digelar oleh Yayasan Kairos Pelita Hati melalui Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel).
Adalah Ps Risuli Lubis –yang dikenal luas sebagai pendeta pembawa pesan penyembuhan ilahi– ini, yang tampil perdana memberikan siraman rohani pada KKR bertajuk WaktuNya Sudah Dekat tersebut.
Pria tiga anak yang tumbuh besar dalam keluarga non Kristen itu, menegaskan bahwa penyembuhan ilahi harus diawali dengan ibadah untuk memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan.
Bahkan masih banyak penganut agama Kristen yang sesungguhnya tidak mengenal persis atau kenal dekat, siapa Yesus Kristus.
Yesus Kristus, katanya, adalah Tuhan dari semua orang. Bukan hanya umat Kristen tetapi milik kepunyaan semua orang, apapun agamanya di muka bumi ini.
Karena itulah, Risuli Lubis, yang tampil dengan gaya khasnya, berapi-api dan blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya melayani semua orang dari agama apapum yang datang beribadah dan membutuhkan penyembuhan di setiap pelayanan rohaninya.
“…agama tidak menyelamatkan manusia, tapi Yesus lah sumber keselamatan umat manusia,” demikian Risuli Lubis yang juga mengisahkan awal dirinya mengakui Yesus sebagai juru selamat ketika di penjara pada tahun 1996.
Panitia Introspeksi Diri
Sementara itu, para peserta KKR, terutama mereka yang membutuhkan urapan penyembuhan mendesak panitia untuk instrospeksi diri.
Penataan tempat duduk dinilai amburadul. “Papa saya yang hadir lebih dulu dan duduk di bawah tenda yang menurut panitia akan lebih dulu dilayani, justru tidak mendapat sentuhan Pak Pendeta,” ujar seorang ibu.
Pantauan FajarManado.News, sekitar jam 4 sore itu, tenda khusus orang sakit di bagian selatan Lapangan Sparta Tikala Manado telah sesak.
Panitia pun mengatur deretan kursi di samping kiri tenda itu dan mengarahkan yang baru datang duduk tertib.
Beberapa saat kemudian, massa yang datang diaturkan kursi menghadap timur atau panggung utama, disamping kanan tenda di sebelah kanan tribun utama.
Saat acara dibuka Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, beberapa personil panitia mengarahkan pengunjung yang baru tiba mendekat di panggung utama.
Pemandangan ini membuat sejumlah penggunjung yang datang lebih dulu ikut maju.
Alhasil, ketika Ps Risuli Lubis turun dan berjalan memberi pengurapan langsung dikerubuti massa. Tak terhitung pendeta karismatik ini meminta agar diberi ruang untuk berjalan mengurapi satu persatu orang yang butuh kesembuhan sambil menggelar kertas HVS yang bertuliskan nama dan jenis-jenis keluhan sakit.
“Panitia harus introspeksi diri, ikut fokus membenahi penataan ini. Lebih baik, yang datang duluan diberi tempat paling dengan dengan pangggung utama,” kata Menly Palar, yang datang bersama cucunya, Ethan, yang tuli sejak lahir dari Kawangkoan, Minahasa.
Jika tertata rapi, mereka senada meyakini akan lebih banyak orang sakit yang disembuhkan Tuhan Yesus Kristus melalui urapan yang dikaruniakanNya kepada Ps Risuli Lubis.
Ketua Panitia KKR Mujizat Kesembuhan, Pdm. Ronald Palealu ST, STh tak berhasil dikonfirmasi tadi malam. Namun sejumlah anggotanya mengakui kekeliruan tersebut.
“Kami akan evaluasi. Besok pasti akan lebih tertib,” ujar mereka senada.
Sesuai agenda panitia, Selasa, 28 April 2026, malam ini, Ps Risuli Lubis akan tampil kembali.
Menyusul kemudian, Ps Debby Basjir, Franky Rewah, Ps. Gladys F. Tuwoh, Ps. Harly C.H. Wuysang, Ev. Jason Irwan, dan Ps. Vriego Sopley yang akan tampil memberikan siraman rohani dan kesaksian pada Rabu dan Kamis, 29–30 April, pekan ini.
[Herly Umbas]