Fajarmanado.News, Manado — Gempa bumi dasyat berkekuatan magnitudo 7,3 skala richter (SR) mengguncang wilayah Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis, April 2026. “Tanah goyang” yang terjadi sekitar Pukul 06.48 Wita ini, meminta korban jiwa dan luka-luka.
Tak hanya itu, Gedung KONI Manado ambruk, pilar Rumah Sakit Siloam Manado, ada yang berjatuhan.
BMKG menyatakan guncangan kuat yang terasa sampai di wilayah Tenate, Maluku ini potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Berdasarkan data awal, titik gempa berada di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.
Getaran gempa sontak membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Bahkan, ada yang nekad lompat dari gedung kantor sehingga menyebabkan kaki patah. Ada juga yang cedera tertimpa cabang pohon tumbang.
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di kawasan Lapangan KONI Sario Manado. Bangunan di lokasi tersebut dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan. Tragisnya, insiden ini menyebabkan satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara informasi terkait korban lainnya masih dalam proses pendataan.
Korban meninggal viral disebut bernama Feyce Lahia, kakak kandung eks petinju kenamaan Sulut, Ilham Lahia.
“RIP tanta Deyce Lahia, korban gempa di Kompleks KONI,” demikian kabar beredar di media sosial.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami dan segera mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Hingga saat ini, tim tanggap darurat terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
Situasi di lapangan KONI Manado terlantau ramai. Namun aktivitas masyarakat tampak berjalan normal kembali pascagempa terbesar di Kota Manado.
Namun pemerintah daerah menghimbau warga untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengutamakan keselamatan.
[Agim/lukhy]