DPP APDESI

IPDN dan Pemkab Minahasa JeBol Aktivasi IKD di 4 Kecamatan Wilayah Minahasa Tengah

Kadis Dukcapil Meidy Rengkuan sebut proses 700 data, termasuk pencatatan nikah 3 pasang

Kawangkoan, FajarManado.News — Wujud take and give perjanjian kerjasama (PKS) IPDN dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Sulawesi Utara, berhasil JeBol aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah Minahasa Tengah (Minteng).

Aksi JeBol atau Jemput Bola pelayanan publik tersebut menyasar tiga kecamatan di Kawangkoan Raya dan Kecamatan Sonder, di mana lokasi magang II dari 22 praja muda IPDN Kampus Sulut.

Ke 22 praja IPDN tersebut turun lapangan mendukung program pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di empat dari enam kecamatan wilayah Calon DOB Kabupaten Minteng, sejak dilepas Bupati Robby Dondokambey, SSi, MAP didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS dan Direktur IPDN Kampus Sulut, DR Drs Arnold “Noldy” Poli, SH, MAP pada 5 Januari lalu.

Acara pelepasan yang digelar di Wale Ne Tou Tondano ketika itu, ditandai dengan penandatanganan PKS antara Pemkab Minahasa dengan Direktur IPDN Kampus Sulut.

Sedangkan JeBol aktivasi IKD yang belangsung tanggal dalam pekan ini, mendapat respon besar dari masyarakat.

Diawali di Kawangkoan Barat, lalu Kawangkoan Utara, Sonder dan berakhir di Kecamatan Kawangkoan.

Tak heran, JeBol aktivasi IKD ini mendapat respon antusias dari masyarakat 39 desa dan 10 kelurahan dari empat kecamatan tersebut.

“Cukup banyak yang terlayani, mulai perekaman data KTP sampai pembuatan KK. Jumlahnya lebih dari 700,” komentar Kadis Dukcapil Meidy Rengkuan di Kantor Camat Kawangkoan, Jumat, 23 Januari 2026, tadi malam.

Tiga Pasangan Nikah

Dari total pelayanan aktivasi IKD ini, lanjut dia, ada tiga pasangangan yang menikah. Mereka berhasil dilakukan pencatatan perkawinan di Kantor Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat.

Menariknya, prosesi pencatatannya dimeriahkan dengan musik bambu. “Akta perkawinan mereka sudah ada dan siap diserahkan,” ungkap Rengkuan, yang mantan Camat Kawangkoan Barat.

Sementara JeBol untuk masyarakat Kecamatan Kawangkoan, terpantau sempat ada satu pasangan yang berniat melakukan pencatatan sipil.

“Aduh, tidak bisa kalau data tidak lengkap,” ujar Rengkuan kepada seorang wanita ketika menyodorkan berkas.

Ketika dikonfirmasi, baik Rengkuan maupun wanita dan calon suaminya itu, senada mengungkap belum ada surat keterangan kepala desa.

“Soalnya, kuntua ada ke Langowan,” tukas wanita warga Tondegesan Satu itu. Kuntua dimaksud adalah Hukum Tua, sebutan khas kepala desa di Minahasa.

Sementara, pelayanan publik itu, terus dipimpin oleh Kadis Dukcapil Minahasa, Meidy Rengkuan, SH, MAP dan dipantau Direktur IPDN, Arnold Poli dan VaSung, sapaan familiar Wakil Bupati Minahasa ini.

Di Kawangkoan, terpantau turut dihadiri Camat Stenly David Umboh, SSTP, MAP dan jajaran sampai berakhir malam hari.

Apresiasi

Aksi JeBol IKD kolaburasi Pemkab Minahasa dan IPDN Kampus Sulut di Tampusu tersebut juga mendapat apresiasi berbagai pihak.

Selain datang dari masyarakat, juga Direktur IPDN Arnold Poli. “Saya mengapresi program ini, ternyata benar-benar menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” komentarnya.

Karena itu, Noldy, sapaan karib putra Kelurahan Kinali, Kawangkoan ini menyatakan akan terus mendukung program peyanan publik di daerah nyiur melambai ini.

Soal lanjutan aksi JeBol aktivasi IKD, mantan Sekkot Tomohon itu mengungkapkan masih akan berlanjut untuk Desa Kasuratan dan Desa Tampusu, Kecamatan Remboken dan sekitarnya.

Sesuai kesepakatan dengan Kadis dukcapil, lanjut dia, akan digelar di IPDN Kampus Sulut. “Kapan waktunya, nanti kami kondisikan dulu,” katanya.

[herly umbas]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *