DPP APDESI

PWI Sulut Bekukan PWI Kota Manado Ganti Pokja, Kamrin Ditunjuk Ketua

Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty, didampingi Wakil Ketua PWI Sulut, Adrianus R. Pusungunaung, menyerahkan SK Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Manado 2025 kepada Arsenius Hut Kamrin Tawi di Kantor Wali Kota Manado, Kamis (27/3/2025). Foto: Ist.

Manado, Fajarmanado.com–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah pimpinan Plt. Ketua Fanny Loupatty membekukan kepengurusan PWI Kota Manado periode 2023-2026.

Pembekuan pengurus dilakukan bersamaan dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Manado untuk masa bakti 2025  dengan menunjuk Arsenius Hut Kamrin Tawi sebagai Ketua Pokja PWI Kota Manado 2025.

Langkah tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 004/SK.PWI-SULUT/III/2025, yang ditandatangani oleh Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty alias Maemosa, dan Plt Sekretaris, Ardison Kalumata.

Hal itu diambil berdasarkan rapat Pengurus Harian PWI Sulut pada 14 Maret 2025 sebagai bagian dari program kerja PWI Sulut tahun 2025 dan efektif sejak 25 Maret 2025 dan akan dievaluasi kembali jika diperlukan penyempurnaan.

“Langkah ini kami ambil sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi guna meningkatkan profesionalisme jurnalis di ibu kota provinsi,” kata Plt Ketua PWI Sulut, Fanny Loupatty saat menyerahkan mandat, Kamis, 37 Maret 2023.

Penyerahan tersebut dilakukan di salah satu ruangan Kantor Wali Kota Manado dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Sulut, tokoh pers, wartawan senior, serta sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Manado.

Loupatty menjelaskan pembekuan PWI Kota Manado dilakukan karena tidak sesuai dengan Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI.

Dalam aturan organisasi, katanya, PWI tidak diperbolehkan membentuk kepengurusan di ibu kota provinsi, sehingga PWI Kota Manado dianggap tidak memenuhi syarat sebagai struktur resmi di bawah PWI Provinsi Sulut.

Selain itu, keputusan juga diambil berdasarkan aspirasi dari para anggota PWI Sulut dan wartawan di Manado yang menginginkan adanya evaluasi serta penataan ulang struktur organisasi agar lebih profesional dan sesuai standar PWI.

Pembentukan Pokja ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan memastikan PWI di Manado beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebagai Ketua Pokja yang baru ditunjuk, Arsenius Hut Kamrin Tawi diberikan mandat untuk melakukan verifikasi dan evaluasi ulang keanggotaan PWI di Kota Manado guna memastikan hanya wartawan yang memenuhi standar dan kualifikasi yang diakui oleh PWI yang bisa bergabung.

Selain itu, ia bertanggung jawab menyusun struktur organisasi Pokja yang lebih efektif dan berorientasi pada profesionalisme jurnalis, menata kembali administrasi dan tata kelola organisasi agar lebih tertib dan sesuai dengan aturan PWI, serta melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas wartawan, seperti pelatihan jurnalistik, sertifikasi profesi, dan diskusi publik.

Arsenius Hut Kamrin Tawi menegaskan kesiapannya untuk menjalankan mandat ini dengan penuh tanggung jawab.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan mandat yang diberikan serta menegaskan bahwa tugas ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Wartawan senior ini menyatakan berkomitmen untuk bekerja keras demi memastikan bahwa wartawan di Manado semakin kompeten, profesional, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.

Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty, menegaskan sebagai pilar keempat demokrasi, organisasi pers tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati.

Karenanya, pembentukan Pokja PWI, ia berharap wartawan di Manado benar-benar bekerja secara profesional dan memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik.

Loupatty juga menaruh harap agar Pokja PWI Kota Manado ini akan mampu memperbaiki sistem keanggotaan, memperkuat kapasitas wartawan, serta meningkatkan kredibilitas organisasi PWI di tingkat lokal. Selain itu, langkah ini juga menjadi peringatan bagi seluruh anggota PWI untuk tetap patuh pada regulasi dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia menambahkan, dengan adanya Pokja yang baru, menegaskan PWI Sulut berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pers yang sehat, bertanggung jawab, dan berdaya saing di Sulut.

Selain itu, lanjutnya, langkah ini juga menjadi peringatan bagi seluruh anggota PWI untuk tetap patuh pada regulasi dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

 

[**heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *