Fajarmanado.com, Tondano–Ketua DPC Partai Prima Minahasa Jemmy Y. Tangkuman angkat bicara soal mengalihkan dukungan politik pada Pilkada Minahasa 2024.
Ia mengatakan, sikap memilih tidak lagi mendukung pasangan nomor urut 2 Pilkada Minahasa 2024, Youla Lariwa Mantik, SH, MH dan Denni Rudi Kalangi (YLM–DRK) adalah hak politiknya sebagai warga negara.
“Saya minta jangan terlalu berlebihan menanggapi apa yang jadi keputusan saya dan teman-teman,” komentarnya kepada Fajarmanado.com melalui saluran telepon, Sabtu sore (19/10/2024).
Untuk itu, Jemmy mengharapkan agar Ketua Tim Juru Kampanye YLM–DRK lebih bijak memberi respon terhadap sikapnya dan beberapa orang yg kini sudah terang-terangan mendukung pasangan Robby Dondokambey–Vanda Sarundajang atau Robby–Vasung yang diusung PDIP.
Jemmy memaparkan hal tersebut menanggapi pemberitaan media ini, Jumat, 28 Oktober 2024 dengan judul; Digembosi, YLM Respon dengan Senyum, Jurkam YLM-DRK Eric Mingkid: Patut Disyukuri.
Dalam pemberitaan tersebut, Ketua Tim Juru Kampanye (Jurkam) YLM–DRK Eric Mingkid, SH mengatakan, sikap beberapa orang yang semula masuk ‘ring satu’ YLM patut disyukuri.
“Mereka itu adalah penyusup yang memang faktanya adalah orang-orang MERAH yang tidak puas kemudian datang ke Kubu YLM untuk tujuan sesuatu tapi tetap saja belangnya kelihatan,” demikian Eric melalui pesan WhatsUp, malam ini.
Jemmy menilai Eric sangat keterlaluan menggunakan kalimat Balik Kandang. “Kata balik kandang itu terlalu berlebihan. Sangat menyinggung kami. Loh, kami ini manusia bukan binatang, dibilang balik kandang,” ketusnya. “Jangan samakan manusia dengan binatang,” sambungnya.
Ditanya soal alasan beralih dukungan politik, Jemmy, yang masuk komposisi dan dilantik sebagai personil Tim Kampanye YLM–DRK, tidak mau berkomentar panjang.
“Cuma rasa so ndak nyaman saja,” ucapnya. “Sebenarya ada (alasan) lain, tapi biarlah itu menjadi konsumsi saya sendiri,” lanjut pria yang keseharian berpenampilan sederhana ini.
Oleh karena itu, Jemmy mengajak semua pihak untuk menghargai pilihan setiap orang dan fokus mengampanyekan visi misi dan figur calon masing-masing.
“Pilkada tinggal sekitar satu bulan seminggu. Jangan saling menjelekkan dan memvonis apa yang jadi alasan pilihan setiap orang. Habis Pilkada torang samua tetap menjalankan aktivitas masing-masing,” tuturnya.
[**/tiks]