Tomohon, Fajarmanado.com — Mendekati pemilu 2014, jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Tomohon yang dipimpin kader PDIP, dikabarkan nekat bermain “kuda kayu”.
Para ASN dan aparat pemerintahan sampai di tingkat bawah, ramai disebut-sebut bergerak layaknya tim sukses untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 14 Februari 2024.
Para abdi negara ini dilaporkan tak hanya ikut berkampanye, memasang baliho capres-cawapres dan bendera partai, tetapi juga secara masif dan terstruktur menekan masyarakat pemilih.
Tekanan diawali kepada PNS dan tenaga kontrak, kemudian penerima bantuan sosial (bansos), seperti lansia dan PKH untuk memilih partai dan caleg tertentu.
Karena itulah, tak sedikit lansia dan keluarga rentan miskin ekstrim yang mengeluh. Banyak yang dicoret dari daftar penerima bansos dan tak sedikit yang mengaku menerima dana yang tak sesuai.
Langkah berani memangkas, mengebiri dan merampas hak-hak warga yang dipertontonkan kepada publik ini, dapat dikategori sebagai pelanggaran HAM. Padahal baru-baru ini Kota Tomohon mendapat penghargaan peduli HAM.
Tak hanya itu. Proses PAW tiga Anggota DPRD Kota Tomohon, yang surat keputusan dari Gubernur Sulut telah disampaikan pada 31 Oktober 2023 tak kunjung diproses sampai saat ini. Pemkot melalui Sekretaris DPRD setempat dinilai sengaja mengulur-ulur waktu.
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon Ir. Miky Junita Linda Wenur, MAP yang juga Anggota DPRD Kota Tomohon tak menampik kabar miris yang beredar ini.
“Kami sudah banyak mendengar keluhan seperti ini. Tak bisa ditutupi, kan ramai juga di media sosial akhir-akhir ini,” komentarnya kepada wartawan, Senin (15/01/2024).
Miky Wenur mengatakan, masyarakat Kota Tomohon sudah cerdas dan tangguh menghadapi persoalan seperti ini.
“Semakin ditekan dan memangkas hak-hak orang, justru masyarakat bertambah tidak simpati kepada penguasa,” katanya ketika dimintai tanggapan di Tomohon, pagi tadi.
Oleh karena itu, Miky Wenur mengungkapkan salut, haru, bangga dan apresiasi atas kecerdasan dan ketangguhan masyarakat Kota Tomohon yang dapat menilai mana yang baik dan benar.
“Sejak awal Tomohon dikenal sebagai kota relegius dan pendidikan, sehingga rakyatnya saling menghargai dan menolong bukan menindas apalagi mengambil hak-hak orang,” tutur MJLW, singkatan dari pemilik nama lengkap Ir. Miky Junita Linda Wenur, MAP, Calon Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dapil Minahasa-Tomohon Nomor Urut 2.
Gaya partai penguasa ini, membuat MJLW senantiasa semakin optimis Partai Golkar akan meraih 10 kursi DPRD Kota Tomohon pada Pemilu 14 Februari 2024.
MJLW mengungkapkan kasih sayang disertai kecerdasan dan ketangguhan masyarakat Tomohon menaruh ketulusan hati kepada Calon Anggota DPRD Kota Tomohon yang notabene adalah tokoh-tokoh masyarakat dan agama yang terbukti dan teruji melayani dan mengabdi bagi jemaat, umat, masyarakat dan daerah.
Dengan demikian pula, Miky Wenur yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Tomohon dan tiga periode Sekretaris Komisi Wanita/Kaum Ibu Sinode GMIM optimis Capres-Cawapres Prabowo-Gibran bakal menang 70% di Kota Tomohon.
Prabowo mengalir darah kawanua yang memprakasai dan mengfasilitasi pembangunan Patung Schawarz di Langowan.
Untuk itu Miky Wenur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam tahapan pesta demokrasi. [**/heru]