DPP APDESI

Warga Poigar se-Jabodetabek dan Bandung Bertemu di Bekasi

Warga Poigar se-Jabodetabek dan Bandung Bertemu di Bekasi
Ilustrasi Ibadah Natal. Foto: Ist
Jakarta, Fajarmanado.com – Gaung Natal 2016 mulai terdengar. Warga Poigar, Sinonsayang, Minahasa Selatan (Minsel) di Jabodetabek dan Bandung akan menggelar Ibadah Akbar Natal dan Tahun Baru 2017.

“Kapan waktu pelaksanaanya, masih akan kami rapatkan di Bekasi pada tanggal 5 November mendatang,” ujar Fentje Laoh kepada Fajarmanado.com di Poigar, Minggu (30/10).

Laoh, yang adalah Ketua Rukun Poigar se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Bandung  ini mengungkapkan bahwa pertemuan persiapan awal tersebut akan dilaksanakan di rumah kediaman Keluarga Noldy Pratasis-Ngau di Bekasi.

“Yang akan hadir bukan hanya pengurus rukun, tetapi juga diharapkan para warga Poigar yang tinggal di Jabodetabek dan Bandung yang merasa peduli untuk bersama-sama menyukseskan acara ini boleh ikut hadir,” katanya.

Dalam pertemuan perdana tersebut, akan dimintakan masukan untuk merancang  agenda acara perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

“Sumbangsih pemikiran dari semua warga Poigar di Jabodetabek dan Bandung sangat saya harapkan agar acara sakral umat Kristiani ini benar-benar nantinya dapat berlangsung sukses,” ujarnya didamping Sekretarisnya, John Kewas dan Gretha S Ngau.

Karena itulah, Laoh belum bisa memastikan kalau apa saja kegiatan yang bakal dilaksanakan pihaknya dalam rangka memperingati hari simbol kelahiran Yesus Kristus, 25 Desember 2016 mendatang.

“Kalau ibadah Natal Oikumene sudah pasti, tapi untuk acara-acara lainnya sebagai perwujudan Kasih Yesus Kristus, seperti pemberian diakonia dan lainnya masih akan dibicarakan dan diputuskan dalam rapat perdana nanti,” jelasnya.

Laoh mengatakan, Rukun Poigar se-Jabodetabek dan Bandung masih relatif jarang melaksanakan perayaan Natal Yesus Kristus secara akbar.

“Untuk itulah harus dibicarakan secara matang supaya bisa dipersiapkan dengan baik dan dapat berlangsung sukses sebagai wujud konkret dan nyata sebagai implementasi panggilan Yesus Kristus warga rukun Poigar di rantau,” pungkasnya.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *