DPP APDESI

Digigit Anjing atau Kucing, Dokter Martini Sebut Tiga Area Rawan dan Harus Lakukan Ini

Dr. Martini Oroh

Kawangkoan, Fajarmanado.com — Rabies merupakan salahsatu penyakit yang harus diwaspadai manusia. Virus rabies merupakan penyakit menular akut.

“Di daerah kita, Minahasa (Provinsi Sulawesi Utara), penyakit rabies masuk kategori endemi. Patut kita waspadai bersama,” kata dr. Martini Oroh, Selasa (30/8/2022).

Virus Rabies, yang khas dikenal sebagai penyakit anjing gila ini menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas.

Penularannya, melalui saliva anjing, kucing dan kera yang kena rabies. “Rabies ini dapat menular pula dari orang yang terkena virusnya. Baik melalui gigitan atau cairan dari penderita Rabies,” ujar Dokter Martini, sapaan karib wanita familiar ini.

Berbicara pada forum Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Kawangkoan, Dokter Martini memberikan tips sederhana sebagai langkah dini pendektesian dan penanganan korban gigitan anjing, kucing atau kera yang kemungkinan mengidap virus Rabies.

“Luka bekas gigitan harus segera mungkin dibersihkan. Caranya, cuci dengan air mengalir pakai sabun dengan mengusap-usapnya selama minimal 15 menit, kemudian datang di Puskesmas untuk dibersihkan kembali,” ungkapnya.

“Jangan sampai diremas-remas. Cukup diusap-usap saja,” sambungnya pada Rakorcam yang dipimpin Camat Eightmi Johanna Moniung, SH itu.

Selama ini, lanjut Dokter Martini, banyak orang beranggapan, supaya virusnya keluar, luka bekas gigitan harus diremas-remas sampai mengeluarkan darah.

“Anggapan seperti itu sebenarnya sangat keliru. Justru, ketika bekas luka gigitan diremas-remas atau ditekan, akan mengakibatkan kerusakan saraf di sekitarnya sehingga bisa merangsang virus cepat mencapai otak. Akibatnya, akan sangat fatal,” tandasnya.

Dokter Martini juga mengungkap tiga area gigitan anjing gila pada manusia yang harus segera mendapat perawatan medis dengan pemberian vaksin rabies.

“Pertama, di area dada ke atas, ke dua di ujung jari-jari kaki, dan ke tiga di sekitar organ vital,” ungkapnya.

Ke tiga area tersebut, sebutnya, adalah sangat vital. Karena, area dada ke atas amat dekat dengan otak, sedangkan ujung jari-jari, baik jari kaki dan jari tangan adalah pusat saraf. Begitu pun area sekitar kemaluan, banyak sarafnya.

Jika gigitan di luar tiga area tersebut, pasien hanya perlu diberi obat, kemudian hewan yang menggigitnya harus dipantau selama 14 hari. Apabila, menunjukkan gejala maka korban harus diberi vaksin Rabies.

“Saat ini, perlu saya sampaikan bahwa vaksin Rabies tidak selalu ada stoknya. Apabila ada kejadian pas terjadi kekosongan, kami baru bisa memesannya,” jelas dia.

Menurut Dokter Martini, penanganan pasien rabies akut amat beda dan spesifik dibanding pasien pada umumnya.

“Karena virus Rabies bisa tertular dari manusia ke manusia, makanya pasien Rabies akut harus mendapatkan penanganan khusus. Bahkan, diisolasi,” ujarnya sambil menyebutkan video viral di medsos soal perlakuan terhadap pasien Rabies di Kabupaten Minahasa Tenggara yang terkesan tidak manusiawi.

“Dalam menangani pasien Rabies akut yang diisolasi, kami harus menggunakan APD. Sebab, cairannya bila terkena luka saja, dapat menular,” kilahnya.

Soal tips terhindar dari gigitan anjing gila, Dokter Martini mengatakan agar pemilik anjing atau kucing, harus memvaksin hewan perliharaannya.

“Ada baiknya juga, harus diikat. Kalau dibiarkan berkeliaran, dianggap sebagai hewan liar. Makanya, Potas (sebutan khas pencuri anjing) sulit dijerat hukum,” tutur Dokter Martini.

“Begitu toch Pak Kapolsek,” sambungnya disambut anggukan Kapolsek Kawangkoan, AKP Edy Suryatno.

Kapolsek Edy duduk berdampingan di meja pimpinan Rakorcam dengan Camat Eightmi Moniung, Danramil 1302/08 Kawangkoan-Tompaso Iptu TNI AD Novry Lontoh dan Ventje Viktor Mawuntu, SE, anggota DPRD Minahasa Dapil III.

Penulis: Maxi Heru