Tomohon, Fajarmanado.com – Menjelang pilkada tanggal 9 Desember 2020 rupanya banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang di duga melakukan pilih kasih dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) covid-19 kepada masyarakat.
Sebelumnya telah beredar video percakapan pegawai Kelurahan yang mengatakan tidak akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang bukan pendukung dari salah satu calon Wali Kota.
Warga sontak saja langsung mendatangi kantor Kelurahan Walian Kecamatan Tomohon Selatan untuk meminta konfirmasi kebenaran dari video yang beredar, Rabu (11/10/2020).
Dikarenakan adanya dugaan pembagian Bantuan Bahan Pokok, dari Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Tomohon, untuk yang dirumahkan atau ter PHK karena COVID-19, hanya pilih-pilih. Dugaan itu sesuai dengan Video yang tersebar di Media Sosial.
Salah Satu warga yang berdemo, Jerry Pangalila, mengatakan warga mendatangi karena terindentifikasi yang menerima bantuan hanya dipilih-pilih.
“Ada yang berhak mendapat bantuan tapi dicoret jadi tidak mendapat bantuan. Kami meminta pemerintah setempat dalam hal ini Lurah Walian Satu untuk menjelaskan kasus tersebut,” ujarnya.
Senada dengan yang dikatakan Paula Polii, yang mengungkapkan dirinya dan masyarakat yang lain hanya meminta untuk sama rata pembagiannya. Bukan hanya di telepon.
“Jadi jangan hanya karena berbeda lalu dicoret,” ujar Paula.
Sementara itu Lurah Walian Satu, Reinhard Paat yang berada ditempat mengatakan, pembagian hanya mengikuti draft yang sudah keluar yang diberikan oleh dinas tenaga kerja.
“Tidak ada pergantian nama dan tidak ada cuma khusus tertentu, semua dapat, dan juga tidak ada nakon (Tenaga Kontrak) Pemkot yang menerima,” ujarnya sambil menambahkan nakon yang diduga tersebut hanya datang mengambil atas nama Bapaknya.
Dalam demo tersebut, masyarakat meminta Lurah untuk menghadirkan Syerly Palendeng, untuk meminta klarifikasi akan kebenaran dari video yang beredar.
Syerly Palendeng saat memberikan penjelasan mengatakan, dirinya tidak bermaksud untuk mengatakan mencoret penerima tertentu dan dirinya tidak menerima instruksi dari siapapun.