Harga Sembako di Minahasa Mulai Naik, Ini Reaksi Wenny Talumewo

Tim Percepatan Penanganan Covid 19, yang dipimpin Dr Denny Pangala bersama Wenny Talumewo saat mengunjungi Pasar Esa Waya Kawangkoan, Sabtu (28/3/2020), siang tadi.
Kawangkoan, Fajarmanado.com — Harga sembako, termasuk beras mulai merangkak naik di pasaran umum. Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa tak mengelakkan fakta ini.

Dipimpin Asisten Pemerintahan, Dr Denny Mangala, MSi dan Asisten Perekonomian Ir Wenny Talumewo, tim pengendalian harga sembako dan gugus tugas pencegahan penyebaran virus corona atau Covid 19 ini ikut melakukan pemantauan perkembangan harga sembako.

Mangala dan Talumewo bersama rombongan membenarkan adanya pergerakkan naik harga sembako.

“Bagi saya, yang harus kita fokus adalah beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat (Minahasa) ini,” kata Wenny Talomewo menjawab Fajarmanado.com di Pasar Esa Waya Kawangkoan, Sabtu (28/3/2020), siang tadi.

Wenny mengakui bahwa harga beras mulai melambung. “Kalau harga sembako terus naik, kami sudah melakukan langkah antisipasi berkoordinasi dengan Bulog,” katanya.

Mantan Kadis Kehutanan itu mengungkapkan, kalau harga sembako, terutama beras tak bisa dikendalikan lagu, maka akan dilakukan operasi pasar dengan Bulog.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog, apabila harga beras akan terus beranjak naik,  operasi pasar segera dilakukan,” paparnya saat ditemui di sela memantau aktivitas di Pasar Kawangkoan,  siang tadi.

Wenny Talumewo menghimbau masyarakat agar tak kuatir dengan kemungkinan terus naik harga sembako.

“Bagi saya, yang perlu kita fokus adalah ketersediaan beras. Saya yakin kalau beras tersedia, masyarakat tak akan banyak mengeluh,” ujarnya.

Untuk itu, Wenny Talumewo mengatakan, Pemkab Minahasa telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar sesegera mungkin melakukan operasi pasar beras apabila harga beras akan terus melambung.

“Soal kebutuhan masyarakat, bagi kami beras yang utama. Lain-lain soal ke dua dan berikut karena kami tahu, kita masyarakat Minahasa beras menjadi kebutuhan utama,” paparnya.

Oleh karena itu, Wenny Talumewo mengingatkan pedagang atau warga pemilik modal untuk tidak menampung atau menumpuk sembako.

“Saya hanya mengingatkan, polisi ikut memantau. Kalau tertangkap dan terbukti, akan dikenakan sanksi hukuman,” paparnya.

Penulis: Herly Umbas