DPP APDESI

Sukses Emban Sekolah Rujukan, SMA Negeri 1 Tompaso Kembali Ukir Prestasi Nasional

Kepsek SMA Negeri 1 Tompaso, Drs. Novie Paendong menerima sertifikat peserta Bimtek SMA Zonasi 2019 dari pesonil Tim dari Direktorat Pembinaan SMA, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Purwadi Sutanto di Makassar, Jumat (21/6/2019).
Makassar, Fajarmanado.com — Manajemen SMA Negeri 1 Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) kembali ukir prestasi di tingkat nasional.

Sukses mengemban predikat sekolah rujukan yang terakreditasi A atau unggul 2018, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah (Kepsek) Drs. Novie Hernie Paendong, institusi pendidikan yang berlokasi di Desa Liba, Kecamatan Tompaso, ini terpilih sebagai salahsatu dari 15 SMA di Sulut sebagai Sekolah Zonasi.

Faktanya, atas penilaian Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kepsek Novie Paendong diundang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) SMA Zonasi 2019 sekaligus dana hibah sebesar Rp.100 juta.

MoU diteken Kepsek Novie Paendong bersama 14 Kepsek lainnya di Sulut dan 124 Kepsek SMA Zonasi terpilih di Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua pada Jumat (21/6/2019) di Makassar, Sulawesi Selatan sesuai mengikuti Bimtek Bantuan Pemerintah SMA Zonasi 2019, 18-21 Juni 2019.

Soal prestasi ini, Paendong mengatakan, dirinya terkejut dipanggil sehubungan terpilihnya SMA Negeri 1 Tompaso sebagai salahsatu dari 15 SMA Zonasi di Sulut 2019.

“Saya agak kaget karena sesuai informasi yang berkembang, SMA kami tidak masuk prioritas. Saya sendiri tak tahu kalau ada tim survey yang turun ke sekolah kami,” komentarnya kepada Fajarmanado.com di Tompaso, Selasa (24/6/2019).

Ketika mendapat undangan, Paendong tidak yakin. Ia pun mengontak pihak Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud.

“Ternyata benar. Mereka menyebutkan nama sekolah SMA Negeri 1 Tompaso dan nama Kepsek, nama lengkap saya,” ujarnya.

Konsep SMA Zonasi diujicoba pemerintah tahun 2018 ini, menjadi pengganti program sekolah rujukan, yang tidak lagi diterapkan tahun 2019 ini.

“Mulai tahun ini tidak ada lagi bantuan dana untuk sekolah rujukan. Yang ada tinggal sekolah zonasi. Makanya, saya bersyukur sekolah kami terpilih sebagai sekolah zonasi,” papar dia.

Mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan mekanisme zonasi, menurut Paendong, berlangsung retatif lancar di daerah ini ketimbang di kota-kota besar.

Sesuai Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020, PPDB ditetapkan sesuai jarak tempat tinggal calon peserta didik baru dengan sekolah. Titik ukurnya adalah kantor desa atau kantor kelurahan dengan letak sekolah.

“Untuk sekolah zonasi menerapkan e-Zonasi. Jadi lebih ketat seleksinya. Karena kalau kartu keluarga abal-abal, misalnya, pasti tidak akan terakses masuk e-Zonasi. Risikonya, calon peserta didik tidak diterima,” jelasnya.

SMA Negeri Tompaso sendiri, kata dia, resmi menggunakan e-Zonasi pada PPDB 2019 mulai Senin, 25 Juni 2019.

“Penerimaan akan berakhir pada tanggal 26 (Juni) nanti,” paparnya, sambil memaparkan bahwa jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar sampai awal pekan ini tercatat 153 orang atau telah melampaui jumlah lulusan tahun 2019, yang 151 orang.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *