Airmadidi,Fajarmanado.com—Bupati Minut Vonnie A Panambunan mengatakan, kegiatan Pekan Kerukunan Nasional yang diadakan di Sulut belum lama ini, merupakan salah satu momentum luar biasa yang dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE. Pasalnya, dengan semakin digaungkannya hidup rukun dan damai, maka bisa dipastikan Sulut menjadi salah satu barometer untuk daerah lainnya terkait kerukunan hidup beragama yang saling mengisi.
“Semoga dari hajatan nasional ini bisa membawa hikmah, bukan hanya Sulut. Tetapi boleh juga untuk daerah lainnya, agar bisa tercipta hidup rukun dan damai karena Torang Samua Ciptaan Tuhan. Terobosan yang dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, mendapat aprisiasi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang turut hadir di kegiatan Pekan Kerukunan Nasional. Tentunya ini jadi motivasi kita masyarakat Minut untuk terus menjaga kerukunan hidup beragama, sehingga tujuan bangsa untuk menciptakan masyarakat adil dan makmur tercapai sesuai harapan Wakil Presiden RI,” tutur Panambunan.
Ditambahkan Panambunan, dari kegiatan tersebut, bisa ditarik kesimpulan. Dimana, tujuan suatu bangsa menuju adil dan makmur harus disertai juga dengan kerja keras dan kedamaian walau berbeda-beda suku dan agama. Sulut menjadi daerah yang tidak terpancing dengan konflik meskipun disebelah timur bergejolak (Maluku Utara) dan sebelah selatan (Poso), tetapi di Sulut tetap aman dan tentram terjaga kerukunannya. Untuk itu, mari sama-sama kita terus menjaga saling tenggang rasa antara pemeluk agama. Jangan mudah termakan isu-isu yang dapat memecah belah apa yang selama ini dijaga dengan baik.
“Satu yang ditekankan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, hormati selalu perbedaan yang ada, agar segala riak-riak bisa dicegah dengan persatuan. Hormati perbedaan dan tidak mencampuri urusan internal masing-masing. Menghargai persamaan dan menghormati perbedaan. Karena itu sangat penting bagi bangsa Indonesia terkait kerukunan. Biarlah negara-negara lain berkonflik, meski ada perbedaan tetapi kita tetap jaga kerukunan diantara kita. Kita tidak ingin mundur 50 tahun kebelakang jika terjadi konflik, seperti yang bakal terjadi di Irak, Pakistan, Afganistan dan Siria. Kita harus jalankan kerukunan dengan baik, rukun harus dibarengi dengan kemajuan ekonomi dan pendidikan tentunya,” tutup Panambunan.(udi)