Amurang, Fajarmanado.com – Minahasa Selatan menempati nomor urut pertama penyebaran rabies. Bahkan, sepanjang tahun 2016 terdapat lima warga meninggal dunia lantaran digigit anjing yang terinveksi virus rabies. Menariknya, dari kasus anjing gila tersebut, banyak pemilik (warga, red) kurang peduli terhadap kasus diatas dan memberikan hewan peliharaan untuk divaksin oleh Dinas Pertanian serta diawasi Dinas Kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, dr Erwin Schouten menyebut, kasus rabies di Minsel tertinggi di Sulawesi Utara. Bahwa, penyebarannya sangat luas di Minsel. Sehingga, kabar bahwa warga meninggal dunia akibat gigitan anjing di Minsel terbanyak.
‘’Ya, kami akui, rabies saat ini penyebarannya tinggi di Minsel. Bahkan tertinggi di Sulawesi Utara. Sudah diupayakan dengan memberikan sosialisasi, agar terhindar dari rabies. Selaini tu, kami berusaha mengadakan vaksin bagi orang apabila sudah digigit atau terkena air liur dari anjing peliharaan. Namun demikian, menjadi kendala utama adalah kurangnya anggaran. Dan memang, untuk menutupi hal diatas, perlu anggaran besar,’’ujar Schouten belum lama.
Menurut Schoten, penyebaran rabies di Minsel selain dipengaruhi letak geografis, juga minimnya kesadaran masyarakat pemilik hewan peliharaan anjing tersebut. Bahwa, pemilik hewan anjing enggan menyertakan kepada petugas untuk divaksin.
‘’Banyak warga takut, anjing mereka setelah divaksin mati. Karena memang, sudah pernah terjadi. Padahal, bila dilakukan vaksin, berarti anjing tersebut sudah terinveksi rabies. Ya, di Minsel banyak terjadi. Buktinya, banyak pula kasus meninggal dunia warga lantaran digigit anjing gila,’’tegas Direktur Utama RSUD Amurang tersebut.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Daerah Minsel bersama Dinas Pertanian Minsel sudah beberapa kali melakukan program penyuntikan vaksin rabies kepada hewan peliharaan. Namun, masih banyak warga yang menolak untuk divaksin. Padahal, vaksin diberikan secara gratis. Inilah yang menjadi kendala bagi petugas.
‘’Sehingga, banyak diantara hewan peliharaan anjing terinveksi rabies lantaran warga takut divaksin. Namun demikian, khusus warga yang digigit anjing gila, tak perlu takut lagi. Sebab pemerintah tidak dapat memaksakan pemilik hewan agar anjingnya disuntik dengan vaksin. Ini juga demi keuntungan kita sendiri, dimana bisa saja pemilik terkena gigit atau digaruk kuku yang mengandung virus,’’himbaunya.
(andries)