Unsrat dan EU-UNDP SUSTAIN Gelar Diskusi Publik Lingkungan Hidup

LINGKUNGAN : Diskusi Publik mengenai Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Universitas Sam Ratulangi Manado bersama EU-UNDP SUSTAIN yang digelar di Auditorum Rektorat Universitas Sam Ratulangi Manado, Selasa (04/04)pagi. (Foto : simon/www.fajarmanado.com)

Manado, Fajarmanado.com – Universitas Sam Ratulangi Manado bekerjasama dengan Uni Eropa, United Nations Development Program SUSTAIN (EU-UNDP SUSTAIN) menggelar Diskusi Publik Melindungi Lingkungan Hidup.

Diskusi publik dengan topik Melindungi Lingkungan Hidup : Respon oleh Sistem Hukum Lingkungan dilaksanakan di ruang auditorium Rektorat Universitas Sam Ratulangi Manado, Selasa (04/04) pagi tadi.

Duta Besar Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darusalam, Mr. Vincent Guerent dalam sambutannya mengatakan, diskusi publik lebih bertujuan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat luas tentang kerusakan lingkungan hidup dan tindakan hukum yang bisa dilakukan.

“Perusakan lingkungan, seperti pembakaran hutan, pembuangan limbah dan masih banyak lagi tindakan perusakan lingkungan lainnya sudah banyak terjadi. Tak hanya di Indonesia, di bagian dunia lain pun banyak terjadi. Kita harus bisa menyikapi dan bertindak secara hukum demi keberlangsungan kehidupan di bumi,” jelasnya.

Sementara itu Country Director UNDP, Mr. Christope Bahuet, menjelaskan beberapa program yang telah dilakukan UNDP di berbagai pelosok dunia.

Rektor Unsrat, Prof Ellen Kumaat dalam sambutannya lebih menekankan perlunya ketegasan dan Kepastian hukum terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi selama ini.

Tampak hadir juga Direktur Proyek EU-UNDP SUSTAIN Gilles Blanch, Asisten I Pemkot Manado Micler Lakat, para Wakil Rektor, Dekan, aktivis lingkungan dan para mahasiswa.

Acara diskusi yang dipandu langsung Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Yosep Ikanubun, menghadirkan panelis pakar lingkungan hidup dari Institut Teknologi Bandung, Eddy Soetjahjo; Kepala Sub Direktorat Penyelesaian Sengketa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Umar Suyudi; Direktur Eksekutif Suara Nurani Minaesa Foundation dan pemenang N-Peace Award 2010, Jull Takaliuang; dan Denny Karwur, Dosen Hukum Lingkungan Universitas Sam Ratulangi Manado.

(mon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *