DPP APDESI

Pandeiroth: Ormas dan LSM Wajib Melapor Kembali di Kesbangpol

Pandeirot: Ormas dan LSM Wajib Melapor Kembali di Kesbangpol
ORMAS & LSM: Kaban Kesbangpol oar Pandeiroth mengatakan pihaknya kini tengah mendata Ormas dan LSM yang beroperasi di Kota Tomohon. Selain menelusuri keabsahan pengurus, juga diarahkan untuk melaporkan kegiatannya selama ini.
Tomohon, Fajarmanado.com – Badan Kesbangpol Kota Tomohon kembali melakukan pendataan Jumlah organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Tomohon.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Tomohon Toar Pandeiroth kepada Fajarmanado.com di ruang kerjanya di Tomohon, Senin (13/03).

Pandeirot menjelaskan, Ormas maupun LSM yang beroperasi di seluruh wilayah Kota Tomohon harus aktif dan memasukkan laporan kegiatan setiap tahun untuk dievaluasi kembali supaya bisa masuk dalam daftar di Kesebangpol.

Dalam pendataan itu, kata dia, selain mesti aktif melakukan kegiatan sesuai dengan program kerja, truktur pengurusnya harus jelas. Jika telah terjadi penggantian pimpinan, harus juga dilaporkan kepada Kesbangpol.

“Saat ini kami sementara melakukan pendataan jumlah ormas dan LSM dan akan menyurat langsung kepada pimpinan ormas maupun LSM yang ada di kota ini,” ungkapnya.

Disamping memiliki kepengurusan lengkap, Ormas dan LSM harus pula melapor secara resmi kembali disertai dengan daftar kegiatan selama setahun terakhir. “Kalau tidak lengkap, maaf tidak akan kami akomodir kembali,” ujar Pandeiroth.

Jika tidak mendaftarkan kembali secara resmi, katanya, Pemkot tidak akan bertanggungjawab apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam aktivitas Ormas dan LSM tersebut di lapangan.

Pandeiroth mengatakan, pendataan kembali ini segaligus untuk mencegah jangan sampai ada Ormas yang menebar kebencian dan perpecahan yang beroperasi di Kota Tomohon.

“Makanya saya berharap kepada masyarakat untuk melaporkan kepada kami apabila ada Ormas yang mencurigakan beroperasi di wilayah masing-masing. Jika mencurigakan, mohon secepatnya melapor kepada kami dan pihak berwajib,” imbuhnya.

Meski demikian, Pandeiroth mengatakan, sampai saat ini dirinya belum mendengar apalagi melihat ada Ormas radikal yang beroperasi di Kota Tomohon, sebagaimana di  daerah lain.

“Sampai saat ini saya belum melihat ada Ormas yang radikal di Kota Tomohon. Semua Ormas dan LSM yang ada, benar-benar menunjukkan peran masing-masing sesuai dengan visi misi organisasi untuk kepentingan masyarakat,” kata Pandeiroth.

(prokla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *