Tondano, Fajarmanado.com – Aset mahal tak selamanya dijaga dengan baik. Tapi jika tidak ada aset, pihak terkait bekerja keras supaya bisa diadakan atau dibangun.
Namun sangat disayangkan dengan kondisi kolam renang milik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Manado (Unima). Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak digunakan untuk berenang. Pasalnya, air yang ada di kolam renang yang diyakini pembangunannya menelan dana ratusan juta rupiah tersebut sangat keruh bercampur lumpur.
Hal itulah yang menjadi keluhan sejumlah mahasiswa yang merasa prihatin dengan pembiaran aset tersebut. “Penilaian kami, tanggung jawab pengelolaan tentu ada di tingkat fakultas. Dalam hal ini FIK. Tapi pimpinan fakultas sepertinya tidak peduli dengan kondisi kolam renang itu. Karena keadaannya seperti ini, bisa jadi pimpinan fakultas tidak ada kepedulian juga dengan aset-aset yang lain,” ujar salah satu mahasiswa yang identitasnya enggan dipublikasikan.
Lanjutya, fasilitas dari kolam renang tersebut sangat lengkap. ada tribun untuk penonton, arena untuk loncat indah, ruang ganti serta fasilitas lainya. Namun semua fasilitas tersebut terancam musnah karena tidak dirawat. “Kolam renang milik Unima sangat layak untuk dijadikan venue kejuaraan karena dukungan fasilitas. Tapi sayang, fasilitasnya tidak dirawat,” keluhnya seraya meminta pimpinan fakultas dalam hal ini dekan untuk turun tangan.
“Masa untuk hal seperti ini harus rektor yang menangani. Dekan yang seharusnya pro aktif. Tapi kalau dekan tidak perhatian dengan hal yang seperti ini, bisa diartikan dekan tidak perhatian dengan mahasiswanya yang memiliki bakat di bidang renang,” sindir lelaki berkacamata tersebut.
Saat dikonfirmasi, Dekan FIK Unima Dr Beatrix Podung hanya memberi jawaban singkat. “Namanya kolam renang, intinya harus ada air. Entah itu air bersih atau air kotor, yang penting ada air,” ujar Podung saat ditanyai wartawan ketika dirinya keluar dari gedung rektorat Unima.
(fis)