DPP APDESI

Jalanan Sempat Macet, Warga Tumani ‘Hadang’ Pelintas dengan Figura

Jalanan Sempat Macet, Warga Tumani ‘Hadang’ Pelintas dengan Figura
Figura memacetkan jalan di Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minsel, Senin (2/1/2017)
Tompasobaru, Fajarmanado.com – Jalanan di Desa Tumani Kecamatan Maesaan, Minahasa Selatan (Minsel) macet sesaat di beberapa titik pada Senin (2/1/2017). Para pelintas pun sempat gusar, panik dan ketakutan.

Namun suasana hati mereka berubah ceria ketika melihat sejumlah pria menggunakan gaun wanita, ditemani beberapa pria yang mendandani diri dengan beragam tampilan.

Ada yang telanjang badan tapi di ‘make up’ dengan warna hitam pada sekujur tubuh, ada pula yang mengenakan stelan jas namun mengenakan topeng moyet. Mereka pun ramah menyapa setiap orang dan penumpang kendaraan yang berpapasan.

“Ini sudah menjadi tradisi di sini, Kecamatan Maesaan dan Tompasobaru,: ujar Lucky Wohon, salahsatu warga Desa Tumani kepada Fajarmanado.com, Senin (2/1/2017), sore tadi.

Dalam menyemarakkan perayaan Tahun Baru 2017 hari ke dua ini, katanya, secara spontan masyarakat dari berbagai kelompok umur membentuk figura, yang oleh warga Minahasa dikenal dengan Kaceiba.

Jalanan Sempat Macet, Warga Tumani ‘Hadang’ Pelintas dengan Figura
Inilah sebagian kelompok figura atau kacaiba yang memacetkan jalan di Kecamatan Matani, Kabupaten Minsel, Senin (2/1/2017), siang tadi. Foto: Prokla Mambo.

Kaceiba adalah sekumpulan orang yang mendandani diri agar terlihat lucu. Mereka dengan penuh kearaban menyapa setiap orang yang berpapasan, sambil mengucapkan selamat Tahun Baru.

Menurut Wohon, setidaknya ada enam kelompok Kaceiba yang secara spontan dan sukarela yang terbentuk pada hari ke dua tahun baru, 2017 ini.

“Tak ada bantuan dari siapa pun mereka membentuk kelompok dan mendandani diri. Pada prinsipnya, merupakan wujud keterpanggilan mereka untuk menyemarakkan suasana tahun baru,” ujarnya.

Menyaksikan penampikan kelompok kacaiba ini, masyarakat jelas-jelas terhibur. Karena, di balik dandanan mereka,  para personil kacaiba tak ragu dan malu menampilkan beragam persoma yang lucu dan mengundang gelak tawa.

“Dengan menyaksikan kegiatan yang menampilkan berbagai atraksi kelucuhan di sepanjang jalan seperti ini masyarakat terus terhibur dan bisa terhindar dari hal hal yang memicu terjadinya masalah hingga berujung perkelahian,” pungkas Wohon.

(prokla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *