Fajarmanado, Manado – Manado Touris Board (MTB) disinyalir telah mengkomersilkan kawasan TKB Manado dengan menarik sewa terhadap beberapa penjual makanan di lokasi yang menjadi salah satu andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi masyarakat.
Sejumlah penjaja makanan di kompleks Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado mengungkapkan, beberapa waktu lalu ada orang yang datang meminta bayaran Rp 2,5 juta sebagai imbalan bagi mereka untuk dapat berjualan di tempat itu.
“Katanya, dia dari MTB yang mengelola kawasan TKB ini,” tutur pedagang. “Sekarang, iuran yang diminta sudah dinaikkan menjadi Rp 3,5 juta,” sambung pria yang enggan disebutkan namanya kepada Fajarmanado.com di TKB Manado, baru-baru.
MTB yang kini diketuai Joy Kumaat dan Grace Tielman sebagai Ketua Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) ini dibentuk awal 2016 lalu di era Penjabat Walikota Roy Oktavian Roring dan pelantikannya disaksikan Penjabat Gubernur Sulut, saat itu, Soni Sumarsono, para pejabat di lingkup Pemprov, Pemkot, DPRD Manado serta pimpinan Kawanua Foundation.
Kala memberikan laporannya saat itu, Penjabat Walikota berharap pengembangan pariwisata dikelola lebih serius, terarah dan professional agar mampu memberikan konstribusi positif bagi pembangunan daerah dan masyarakat.
“Selain mengandalkan alam, sejarah dan budaya, Manado memiliki keunggulan sebagai pintu gerbang pariwisata regional, nasional bahkan internasioal berkat posisinya yang strategis di Indonesia Timur ke pasar global Asia Timur dan Pasifik,” sebut Roring yang sangat berharap MTB mampu memaksimalkan potensi tersebut dengan kemampuan yang dimiliki personelnya.
Menyangkut sinyalemen ini, Direktur Eksekutif MTB, Dino Gobel, yang dikonfirmasi via telepon selulernya nomor 08124350**** pada pekan lalu, tak mengangkat telepon meskipun sudah beberapa kali dihubungi. Demikian juga dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Hendrik Warokka yang dihubungi di nomor ponsel 08529856****, tidak pula merespon.
Namun sumber lain mengatakan, bahwa Dino Gobel sudah tidak menjadi bagian MTB lagi sejak tahun lalu.
Hingga berita ini diturunkan, Grace Tielman dan Joy Kumaat belum bisa di konfirmasi.
Selain menjadi tempat penyelenggaraan pementasan maupun pertunjukan, TKB selama ini dikenal sebagai tempat masyarakat bersantai setelah berbelanja di kawasan perbelanjaan yang dulu terkenal sebagai Bendar. Dan, MTB menjadikan bekas kantor Tourist Information Center (TIC) yang ada di TKB sebagai sekretariatnya.
Kini, TKB tak hanya terkesan kurang terurus, namun kantor Sekretariat MTB yang tahun 2015 sudah direnovasi Pemkot Manado dengan anggaran cukup besar, malah terlihat kotor.
Kaca bagian atas pada pintu utamanya sejak beberapa waktu lalu pecah dan hingga kini belum ada perbaikan.
(deki)