Kotabunan, Fajarmanado.com – Ribuan warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut) terpukau dan berdecak kagum menyaksikan akrobatik Drumband praja IPDN Kampus Sulut.
Meskipun tampil di atas pasir Pantai Tanjung Kotabunan, puluhan praja beratribut merah-putih, seragam kebesaran drumband ini tampak tertib dan disiplin memainkan setiap peran dalam tim.
Bahkan, para calon birokrat jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini pun, dengan tegar tetap saja mampu menampilkan beberapa atraksi akrobatik tanpa cacat.
“Wah, bukan main, bagus sekali. Saya kira akan ada yang jatuh saat atraksi tadi. Kan tempat pijak anak-anak pasir yang tebalnya tidak sama,” komentar Ahmad, warga Kotabunan.
Direktur IPDN Kampus Sulut, Dr Bernard E Rondonuwu, SSos, MSi juga sempat mengungkapkan kekuatirannya. “Karena baru kali ini mereka main di tempat berpasir,” ujarnya.
Penampilan drumband di objek wisata Pantai Tanjung Kotabunan pada Jumat (28/10) pagi itu merupakan bagian dari upacara Hari Sumpah Pemuda dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Boltim ke-8.
Selain penampilan unik drumband IPDN, HUT Boltim kali ini juga diwarnai pengibaran bendera merah putih raksasa di atas laut.
Caranya pun juga terbilang unik. Bendera berukuran 8×30 meter itu, semula dibentangkan di dasar laut oleh 50 orang penyelam yang dipimpin Ketua Pengcab POSSI Boltim, Marten Runtu.
Arus laut yang cukup kencang sempat menyulitkan para penyelam membentangkan bendera raksasa itu. Berbekal tekad, semangat dan pengalaman menyelam, sekitar 1 jam kemudian akhirnya bendera yang diikatkan pada sebuah balon gas itupun menyebul dan berkibar terikat pada sebuah perahu nelayan.
“Acara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan HUT Boltim kali ini memang sengaja kami rancang diselenggarakan agak unik,” kata Rundonuwu, yang juga Ketua Panitia ke dua acara tersebut.
Karena unik, lanjutnya, tak heran sangat menarik perhatian masyarakat datang menyaksikan langsung.
Ribuan warga memang memadati Pantai Tanjung Kotabunan mulai pagi hingga siang hari itu. Mereka, termasuk aparatur sipil negara maupun para siswa, nyaris terus larut dalam kekaguman menyaksikan acara yang baru pertama kali diselenggarakan di daerah yang dipimpin Bupati Sehan Landjar ini.
(ely)