Tondano, Fajarmanado.com – Curah hujan tinggi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air. Tak terkecuali di kawasan pemukiman penduduk.
Air yang tergenang dan kotor memicu muncul berbagai macam penyakit, baik kulit, saluran pernafasan maupun pencernaan. Tak heran, dikabarkan telah ada dua nyawa yang melayang akibat terserang penyakit diare di daerah Toar Lumimuut sepanjang tahun 2017 ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Juliana Kaunang MKes tak menampik hal kabar ini. Ia bahkan menyatakan, saat ini terjadi peningkatan kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Serangan penyakit ini dipicu perubahan cuaca. Paling berpotensi menyerang wilayah padat penduduk,” ujar Kaungan kepada Fajarmanado.com di Tondano, Senin (05/06/2017).
Ia pun berharap supaya masyarakat Minahasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). “Sepanjang tahun 2017 ini, sudah ada dua kasus meninggal dunia akibat diare. Penyebab kematian akibat diare karena tubuh kekurangan cairan. Biasanya terjadi pada bayi atau anak usia di bawah lima tahun,” jelasnya.
Kaunang juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Apalagi semua kecamatan di daerah ini sudah memiliki Puskesmas.
“Situasi ini jangan dianggap remeh. Jika teserang penyakit, segera ke Puskesmas atau Poskesdes terdekat,” mintanya.
Untuk kasus DBD dan Malaria, Kaunang mengakui belum terjadi peningkatan yang signifikan. Namun untuk mengantisipasi serangan penyakit DBD, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, terutama kebersihan di lingkungan rumah masing-masing.
“Hindari genangan-genangan air dan bersihkan selalu tempat-tempat tersembunyi seperti di bawah kursi, dispenser, dan tempat-tempat tersembunyi lainnya yang berpotensi dijadikan tempat berkembang biak nyamuk,” urai Kaunang.
Pemantauan jentik nyamuk, lanjutnya, sudah diinstruksikan kepada seluruh Puskesmas sesuai instruksi Menteri Kesehatan (Menkes).
Ia berharap masyarakat dapat berperan serta dalam membasmi jentik nyamuk yang menjadi pemicu DBD. “Setiap rumah harus menjalankan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur titik-titik genangan air,” pungkasnya.
Penulis : Fisher Wakulu
Editor : Herly Umbas