Amurang, Fajarmanado.com – Amurang sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus dipersolek. Fasilitas publik terus ditata. Namun pekerjaan-pekerjaan itu, menyimpan misteri, tidak transparan karena tak didukung dengan papan proyek.
Setelah pemasangan paving block di Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) dan pembangunan Pos Satuan Polisi Pamong Praja (Pos Satpol PP) di pusat kota, kini giliran penataan pembatas dan tanam jalur dua arah Trans Sulawesi yang mendapat sorotan.
“Pekerjaan proyek ini sudah sejak bulan Mei (2016) lalu, tapi papan proyeknya entah di mana,” ungkap sejumlah warga Kota Amurang kepada Fajarmanado.com di Amurang, Jumat (18/11).
Kabar yang diperoleh dari para pekerja, simpang siur. Jangankan nilai anggaran dan sumber dana proyeknya, kontraktor yang menangani pekerjaan itu pun tidak diketahui pasti.
“Tak ada informasi yang tepat,” komentar Jaan S, warga setempat.
Jaan menilai, pekerjaan pemasangan paving block lengkap dengan taman bunga sebagai pembatas jalan tersebut adalah asal jadi dan lambat. Selang sekitar enam bulan dikerjakan, baru bisa menyelesaikan sekitar 300 meter, mulai depan Kantor Bupati sampai depan Kantor Dikpora.
Para buruh yang dikerjakan hanya beberapa orang setiap hari, tanpa didukung plang bertuliskan ada pekerjaan dan tidak pula memperhatikan keselamatan pekerja. “Anda lihat saja sendiri,” kata Jaan.
Merasa penasaran, Jaan mengaku pernah bertanya langsung kepada pejabat di Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel. “Tapi tidak ada jawaban memuaskan,” ketusnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Minsel, Olvia Rembet, ST saat dikonfirmasi, juga enggan memberikan keterangan rinci.
“Kalau soal itu, kan sudah ditender. Itu sudah menjadi tanggung jawab kontraktor pemenang tendernya,” katanya.
Namun Rembet mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan. “Kalau tidak sesuai kontrak, pasti akan kami kenakan sanksi tidak membayar sisa uang kontrak sebelum diselesaikan dengan baik berdasarkankontrak kerja,” tegasnya.
Dari pantauan Fajarmanado.com, kwalitas pekerjaan sepanjang jalur Kantor Bupati Minsel sampai Hotel Sutanraja Amurang, yang telah selesai terkesan asal jadi.
Begitu pun dengan penataan taman bunga di bagian dalam paving block pembatas jalan, tidak mengindahkan estetika. Penanaman bunga-bunganya tidak menggunakan pupuk.
Para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di ruas jalan dua arah tersebut banyak yang terhenyak dan mengerem kendaraannya secara tiba-tiba karena tidak mengetahui ada pekerjaan di kawasan itu. Tumpukan batu pavling block dibiarkan menumpuk menggunakan sebagai badan jalan.
(andries)